Edi Kamtono Akui Idul Fitri Tahun Ini Lebih Semarak

21

Pontianak, Kalbar  – Ribuan jamaah Shalat Ied  penuhi  lapangan depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ikut memimpin mengumandangkan takbir, Senin (2/5).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya kala kasus Covid-19 tengah melonjak, tahun ini Shalat Ied dilaksanakan lebih leluasa karena tidak ada lagi pembatasan-pembatasan lantaran menurunnya kasus. Meski tidak lagi diberlakukan jarak antar jamaah, para jamaah diminta tetap mengenakan masker.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, suasana perayaan Idul Fitri tahun ini terlihat lebih semarak. Sebab pemerintah sudah mulai melonggarkan aktivitas warga termasuk Salat Ied berjamaah di lapangan. Jumlah jamaah Salat Ied juga terjadi peningkatan.

“Pada hari ini kita merayakan kemenangan dengan Salat Id, alhamdulillah pelaksanaan Salat Id berjalan lancar didukung dengan cuaca yang cerah,” ujarnya.

Ia berharap,  warga Kota Pontianak tetap bisa merayakan dan menikmati suasana lebaran dengan rasa kekeluargaan. Silaturahmi dan saling berkunjung juga dipersilakan selama Idul Fitri tahun ini. Hanya dia mengimbau bagi warga yang dalam kondisi sedang tidak enak badan, untuk beristirahat di rumah. “Ini dalam rangka kita menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia mengimbau, warga untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama berkendara di jalan. Hal ini dinilainya penting untuk menghindari kecelakaan lalu lintas. “Patuhi rambu lalu lintas saat berkendara selama bersilaturahmi dan jaga keselamatan di jalan,” pesannya.

Khatib Shalat Ied, Ustadz Syech H Annas Said Azzobi dalam tausiyahnya menyampaikan, dengan berakhirnya bulan Ramadan bukan berarti berakhir pula ibadah puasa yang telah ditunaikan. Puasa tetap dapat dilakukan pada waktu tertentu, yang biasa disebut dengan puasa sunat. “Puasa-puasa ini tidak kalah pentingnya dan banyak pula manfaatnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa shalat berjamaah pada bulan Ramadan seluruh umat Islam berupaya melakukan shalat secara berjamaah, terlebih lagi shalat sunat tarawih dan witir. Ia mengingatkan, meskipun berakhirnya bulan Ramadan, hendaknya jangan sampai masjid dan musalah menjadi sunyi dari salat berjamaah.  “Senantiasa kita harus memakmurkan masjid dengan salat berjamaah,” ucapnya.

Kemudian, ia mengatakan, untuk zakat dan sedekah menjadi bagian dari ibadah sosial yang banyak dilakukan oleh umat Islam di bulan Ramadan. Ibadah ini menjadikan manusia memiliki sifat kepedulian sosial.

“Meskipun harta diperoleh melalui jerih payah kita, tetapi di dalam harta tersebut terdapat hak orang lain seperti hak fakir miskin, hak masjid, hak anak yatim dan lain-lain,” pungkasnya.