Jaga Persatuan, Sintang Daerah Damai

56
Bupati Sintang, Jarot Winarno saat mendampingi Komandan Korem 121 Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Ronny, S.A. P melakukan silaturahmi dengan Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap di Keuskupan Sintang.

Sintang (Kalbar Post) – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk hidup damai dan selalu menjaga persatuan. “Kabupaten Sintang adalah rumah besar kita semua, dimana orang dari berbagai suku dan agama bisa tinggal dengan damai dan harmonis,” kata Jarot.

Ia mengatakan, kunci perdamaian pada komunikasi dan dialog antar kelompok agar memperkuat modal sosial membangun Sintang. “Kami ingin masyarakat menjaga kerukunan, kedamaian dan keharmonisan. Musuh bersama yang harus kita hadapi adalah kemiskinan, keterbelakangan dan infrastruktur yang masih buruk,” kata Jarot.

Bupati Sintang mengatakan, jika ada masalah yang terjadi, biasanya disebabkan cara berkomunikasi yang kurang baik. Sekarang ini ada banyak perilaku masyarakat yang menggunakan jarinya di media sosial baru berpikir. Kesalahpahaman yang terjadi selama ini tidak boleh digeneralisir sebagai masalah Kabupaten Sintang secara menyeluruh, melainkan masalah antar pribadi.

“Kami mendukung penegakan hukum terhadap konflik antar pribadi. Saya sudah 35 tahun di Sintang dan tidak pernah terjadi konflik. Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini kita bisa bersatu dan hidup damai,” kata Bupati Sintang saat mendampingi Komandan Korem 121 Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Ronny, S.A. P melakukan silaturahmi dengan Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap di Keuskupan Sintang, Jalan Kelam Kelurahan Akcaya, Kamis.

Komandan Korem 121 Alambhana Wanawwai Brigjen TNI Ronny, S.A. P mengatakan, pihaknya ingin selalu menjalin komunikasi yang baik dan upaya kerjasama dengan banyak pihak. “Kami menjalankan tugas pembinaan teritorial yang sangat penting. Kami siap membantu Polri mengatasi gangguan keamanan yang terjadi,” katanya.
Danrem mengimbau seluruh tokoh di Kabupaten Sintang membantu aparat keamanan untuk memberikan pemahaman kepada warganya agar bijak menggunakan media sosial.

“Kami juga akan melakukan pembinaan kepada masyarakat. Saya terus memberikan arahan kepada jajaran kami untuk terus menumbuhkan wawasan kebangsaan. Kita harus membangun negara kita. Mengutarakan pendapat memang bebas tapi ada keterbatasan yang diatur oleh aturan perundang-undangan,” tegasnya. Ia berharap, tokoh-tokoh yang ada bisa membantu memberikan pemahaman kepada anggota masyarakat untuk sama-sama mencegah terjadinya konflik di Kabupaten Sintang. Jaga persatuan dan kesatuan di Sintang. “Kita jangan terkotak kotak. Kita hendaknya membaur antar kelompok masyarakat,” ajak Danrem 121/ABW Sintang. (TL/KP)

Komentar