Kubu Raya Raih Predikat Kabupaten Terbaik PPD

61

Kubu Raya, Kalbar – Dalam penyelenggaraan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022 Provinsi Kalimantan Barat.  Kabupaten Kubu Raya meraih Penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik Pertama Kategori Perencanaan dan Pencapaian Daerah Tingkat Kabupaten. Penghargaan diserahkan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan diterima langsung oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Barat 2023, Kamis (7/4), di Balai Petitih Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan Musrenbang dihadiri, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas RI Slamet Soedarsono, Anggota Komisi II DPR RI Cornelis, bupati/walikota se Kalbar, unsur Forkopimda Provinsi Kalbar, serta sejumlah  kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan, zsarana dan prasarana pelayanan publik serta pelayanan kesehatan pada sektor pemerintahan sudah sangat memadai. Oleh karena itu, tidak lagi menjadi prioritas pembangunan.

 Ia mengajak, jajarannya untuk fokus pada penanganan  Indeks Pembangunan manusia (IPM) dan infrastruktur. 

“Saya mengajak bupati dan walikota untuk betul-betul memperhatikan IPM. Disamping itu, juga memberi perhatian terhadap validasi data,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan  menyampaikan, tahun 2021 perkembangan IPM Kubu Raya meningkat cukup signifikan.

“Kurang lebih angka IPM itu 68,16, kemudian meningkat juga di sisi pertumbuhan ekonomi 5,18. Itupun sangat luar biasa diatas rata-rata provinsi, termasuk daya serap. Kita kemarin yang terbesar peringkat kedua se Indonesia, nilainya 95,7,” ungkap Muda.

Ia menjelaskan , bahwa kinerja tata kelola perencanaan, data, juga sistem data sangat mempengaruhi ketepatan dan akurasi dalam perencanaan pembangunan. Dirinya mencontohkan , bagaimana upaya  memperkuat masalah sekolah, stunting, standar minimal pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan pendidikan, dan infrastruktur.

Menurutnya, jika datanya akurat dan tepat,  maka akan benar-benar berfungsi , memberikan dampak langsung dan jelas. “Kalau datanya sudah akurat dan tepat, maka pelaksanaannya juga tidak akan mubazir, benar-benar berfungsi, benar-benar memberikan dampak langsung dan jelas,” tuturnya.

Muda mengungkapkan, dalam menentukan standar prioritas itu sangat penting. Pilihan yang mana akan diprioritaskan harus dilihat ada fisiknya, ada perlindungan sosial, dan ada pemberdayaannya. 

 “Termasuk desa-desa, juga berperan besar karena desa ini walaupun dengan dana desa yang hanya berkisar antara 1 sampai 2 miliar, tapi mereka bisa cepat dalam pengelolaannya.  Makanya penataan desa yang kita lakukanpun sangat berpengaruh signifikan, tidak bisa dianggap kecil maknanya,” ungkapnya.

 Bupati Muda meyakini dengan strategi ‘kepong bakol’ Kubu Raya optimis akan berlari lebih kencang, apalagi sudah didukung dengan sistem data yang terintegrasi. 

“PPD ini kan didapat karena adanya inovasi yang terkait juga dengan geoportal, sekarang sedang kita perkuat menjadi ekosistem data Kubu Raya yang menggabungkan antara satu peta dengan satu data Indonesia. Mudah-mudahan dengan diraihnya PPD ini kita bisa mewakili Kalimantan Barat, masuk dalam nominasi nasional,” pungkasnya.