Parit Baru Jadi Desa Mandiri  Percontohan Lemhanas RI

65

Kubu Raya, Kalbar – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menerima kunjungan studi lapangan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Desa Parit Baru Sungai Raya, Kamis  (16/6).  Lemhanas RI menjadikan Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya sebagai desa mandiri percontohan.

Muda Mahendrawan mengatakan, ketahanan nasional desa sangat penting untuk memperkuat masyarakat. “Kemandirian desa sangat penting untuk pelayanan publik. Kita telah membuka dan melakukan penguatan itu semua, agar tepat sasaran ke masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah pusat tidak melakukan pengurangan dana desa terhadap Desa Mandiri.  “Kalau bisa itu tidak dikurangi, walaupun ada aturannya. Takutnya mereka tidak akan lagi melakukan pendataan khususnya bagi desa yang belum berstatus mandiri,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah memberikan masukkan dan harus ditindaklanjuti dengan sistem data dan informasi yang berkelanjutan yang benar-benar faktual.

“Nanti akan hanya jadi status mengejar gengsi. Status saja yang jadi masalah utama, tidak hanya mandiri dan maju. Tapi yang terpenting bagaimana tatanan pemerintahan, capaian-capaian contoh seperti IPMnya, stunting dan bagaimana hal-hal yang menyangkut pelayanan publiknya apakah lebih baik, terutama UKM-UKM, sehingga ekonominya benar-benar diperhatikan,” ucap dia.

“Jadi jangan cuma statusnya, tapi benar-benar itu real, faktual dan tidak hanya formalitasnya, artinya yang diperoleh rekam yang dirasakan dan benar-benar dampak positif,” lanjutnya.

Sekretaris Utama Lemhannas RI, Komjen Pol Purwadi Arianto mengatakan Desa Parit Baru layak menjadi percontohan karena memang sudah melibatkan masyarakat banyak, proaktif menggunakan teknologi, mitranya luas dan mampu menyelesaikan masalah sosial yang dihadapi masyarakat pasca Covid-19, sehingga desa ini bisa kembali normal. “Apalagi ukurannya desa ini masih tergolong baru,” tuturnya.

 Purwadi didampingi rombongan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIII melakukan Studi Lapangan Isu Strategis (SLIS) Nasional.

Menurutnya, konsep yang dijalankan Desa Parit Baru dapat menjadi barometer untuk ketahanan nasional dalam menghadapi tekanan yang meliputi aspek geopolitik, ekonomi, sosial dan budaya. “Namun desa ini dengan daya lenturnya kembali menyesuaikan alam dan potensi yang ada. Tentunya ini berkat dukungan dan pembinaan dari Bupati yang telah membangun sinergisitas,” tuturnya.

Kepala Desa Parit Baru Musa mengatakan, dijadikannya desa yang dipimpinnya sebagai desa percontohan merupakan tantangan untuk meningkatkan kapasitas. “Kami akan terus melakukan evaluasi mendalam terhadap Indeks Desa Membangun (IDM) yang belum terpenuhi. Dari 52 IDM yang terpenuhi ini akan kami minta bantuan ke pendamping desa untuk bisa ditingkatkan,” tuturnya.

Salah satunya keterbukaan informasi publik seperti yang dipertanyakan peserta PPRA Lemhanas yang menilai belum maksimal. “Ini akan kami evaluasi lagi bersama tim meskipun kami sudah ada website,” ucap dia.

Ia mengatakan, pihaknya berusaha keras merubah wajah Parit Baru untuk mendukung IDM Desa Mandiri. Diantaranya jalan lingkungan yang sekarang tersisa 500 meter belum mantap. Termasuk pengentasan kemiskinan, Musa akui masih banyak warga yang tergolong miskin. Berdasarkan DTKS tahun lalu masih berada di angka 1.016 jiwa. Namun setelah diseleksi dan di survey ulang tersisa 640 jiwa.

“Bagi saya ini masih tergolong tinggi. Karena itu kami berusaha menurunkan angka kemiskinan diantaranya memberikan bantuan berupa sembako,” jelasnya.

Musa menilai, pihaknya telah berusaha melakukan proses pembangunan untuk peningkatan desa. Namun ia akui tentu masih harus dilakukan penyempurnaan.