Pemkab Minta Investor Perkebunan Bantu Desa

15

Sintang, Kalbar – Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengatakan, Pemprov Kalbar sudah menyusun Indeks Desa Membangun bagi seluruh desa di Kalimantan Barat. Indeks yang sudah disusun Pemprov Kalbar ini akan dijadikan acuan Pemkab Sintang dalam mewujudkan pembangunan di desa.

“Kami perlu peran semua pihak untuk dilibatkan, seperti investasi perkebunan atau usaha lain yang ada di desa tersebut. Pelaku utama dalam melaksanakan indeks desa membangun adalah pemerintah dan masyarakat desanya,” kata dia.

Sudiyanto, usai menghadiri acara Penandatanganan Berita Acara Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 secara virtual di Command Center Kantor Bupati Sintang Selasa (8/6) mengatakan, untuk desa-desa di Kabupaten Sintang, semua bergerak ke arah yang lebih baik. Kondisi ini harus dipertahankan dan ke depan, harus lebih baik lagi. Misalnya tahun Indeks Desa Membangun 2020 berdasarkan pengukuran tahun 2019, dengan jumlah desa mandiri sebanyak 29 desa, tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi 44 desa berdasarkan pengukuran tahun 2020.

“Kami mengharapkan keterlibatan semua komponen dalam mendorong perubahan di desa. Kami keroyokan dalam membina desa supaya maju dan mandiri. Desa-desa yang ada di sekitar beroperasinya perkebunan kelapa sawit seharusnya lebih maju,” katanya.
Kehadiran investasi perkebunan harus membawa dampak yang baik bagi masyarakat desa, sehingga masyarakat juga mau menjaga investasi yang masuk ke desa mereka. “Saya melihat, program pemberdayaan di desa masih kecil. Khususnya di desa yang tidak di kawasan kebun kelapa sawit, saya berharap ke depan, agar anggaran alokasi dana desa lebih banyak untuk program pemberdayaan lewat BUMDes bukan untuk pembangunan fisik,” sarannya.

Ia menyarankan, pembangunan fisik sebaiknya mulai dikurangi, karena selama ini sudah terlalu banyak fokus ke pembangunan fisik. Kalau ekononi baik, perut masyarakat kenyang, maka pembangunan fisik akan dengan sendirinya semakin baik. Namun, perlu pendampingan banyak pihak untuk mewujudkan ini.

“Harapan saya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang bisa bekerja sama dengan lembaga keuangan seperti credit union dalam memberdayakan desa. Mereka punya permodalan sekaligus memberikan tenaga pendamping untuk memberdayakan masyarakat. Coba dilakukan percontohan di beberapa desa soal kerja sama ini. Desa tersebut betul-betul kita dampingi,” tambah Wabup Sintang.

Imus, Kepala Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang menyampaikan, tahun Indeks Desa Membangun Tahun 2017 berdasarkan pengukuran tahun 2016, jumlah desa sangat tertinggal di Kabupaten Sintang sebanyak 213 desa, desa tertinggal ada 147 desa, desa berkembang ada 29 desa, desa maju ada 1 desa dan belum ada desa mandiri.

“IDM Tahun 2018 berdasarkan pengukuran tahun 2017 di Kabupaten Sintang, ada 212 desa sangat tertinggal, 148 desa tertinggal, 29 desa berkembang, 1 desa maju dan belum ada desa mandiri. IDM Tahun 2019 berdasarkan pengukuran tahun 2018 di Kabupaten Sintang ada 86 desa sangat tertinggal, 180 desa tertinggal, 104 desa berkembang, 14 desa maju dan sudah ada 6 desa mandiri,” terang Imus.

Sedangkan IDM Tahun 2020 berdasarkan pengukuran tahun 2019, di Kabupaten Sintang untuk desa sangat tertinggal tersisa 1 desa, 143 desa tertinggal, 161 desa berkembang, 56 desa maju dan 29 desa mandiri. Untuk IDM tahun 2021 hasil pengukuran tahun 2020 yang lalu, di Kabupaten Sintang sudah tidak ada desa sangat tertinggal, 72 desa tertinggal, 206 desa berkembang, 68 desa maju dan 44 desa mandiri. “Jadi berdasarkan data ini terjadi tren peningkatan kondisi desa yang ada di Kabupaten Sintang,” tambah Imus.