PT Buana Hijau Abadi Raih Penghargaan CSR Terbesar di Sintang, Bukti Kolaborasi Nyata untuk Pembangunan Daerah

Sintang, Kalbar – Komitmen dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah kembali mendapat pengakuan. PT Buana Hijau Abadi (BHA), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Sintang, dinobatkan sebagai perusahaan dengan kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) terbesar dalam ajang Sintang CSR Award 2025, yang dirangkaikan dengan Mitra Pembangunan Award Kabupaten Sintang.

Penganugerahan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Sintang di Aula Bank Kalbar Lantai 3, Senin, 15 Desember 2025. Acara ini menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.

Humas dan CSR PT Buana Hijau Abadi, Paulus Nokus, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat dan daerah. Menurutnya, CSR bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari filosofi perusahaan dalam tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.

“Bagi PT BHA, CSR adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial perusahaan. Kami berkomitmen merealisasikan program CSR yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan daerah,” ujar Paulus.

Ia menambahkan, PT BHA secara konsisten menyalurkan CSR di berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Seluruh program tersebut disusun berdasarkan hasil dialog dan kebutuhan riil masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Komitmen PT BHA tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, selaku Ketua Panitia Mitra Pembangunan Award 2025, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan good governance dan collaborative governance yang mengedepankan sinergi pentahelix.

“Pentahelix ini melibatkan pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, media massa, serta para pemangku kepentingan lainnya. Melalui Mitra Pembangunan Award, kita ingin memperkuat kolaborasi dalam mendukung kebijakan kerja sama daerah dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Kartiyus.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan apresiasi dan motivasi kepada para mitra pembangunan yang telah bersungguh-sungguh bersinergi melalui program CSR dan berbagai proyek pembangunan. Selain itu, seluruh kegiatan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah dengan menghadirkan data dan informasi yang terintegrasi terkait kontribusi para mitra pembangunan,” ujarnya.

Kartiyus menjelaskan bahwa Mitra Pembangunan Kabupaten Sintang mencakup berbagai pihak, mulai dari perusahaan perkebunan sawit, perbankan, credit union, BUMN, BUMD, lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO), organisasi masyarakat sipil (CSO), perguruan tinggi, media massa, hingga mitra pembangunan lainnya yang beroperasi di Sintang.

Pada tahun 2025 ini, Mitra Pembangunan Award memasuki pelaksanaan yang ke-7 dan diikuti oleh 53 mitra pembangunan. Dari partisipasi tersebut, tercatat kontribusi dana dari perusahaan sebesar Rp30 miliar, serta dari mitra pembangunan lainnya sebesar Rp12 miliar, sehingga total kontribusi yang berhasil dihimpun mencapai Rp42 miliar.

“Angka ini menunjukkan betapa besar potensi kolaborasi pembangunan jika dikelola dengan baik dan transparan,” ungkap Kartiyus.

Ia menegaskan, keberadaan kegiatan ini sangat penting untuk membangun database CSR dan proyek pembangunan yang lengkap dan terintegrasi. Dengan data tersebut, sinergi pembangunan dapat dimaksimalkan, sekaligus meminimalkan potensi tumpang tindih antara program pemerintah dan kegiatan mitra pembangunan.

“Dengan data yang terintegrasi, kualitas perencanaan dan implementasi pembangunan di Kabupaten Sintang akan semakin baik,” tambahnya.

Keberhasilan membangun kolaborasi lintas sektor ini juga membawa dampak positif bagi citra dan kinerja Pemerintah Kabupaten Sintang. Kartiyus menyebutkan bahwa berkat kolaborasi yang kuat tersebut, Pemkab Sintang berhasil meraih Tribun Pontianak Award selama tiga tahun berturut-turut, masing-masing dalam kategori Pembangunan Sumber Daya Alam, Pemerintah Kolaboratif, dan Pemerintah Inovatif.

Lebih jauh, program Mitra Pembangunan Award Kabupaten Sintang kini bahkan telah menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Barat. Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau disebut telah mengadopsi konsep serupa dalam membangun kolaborasi pembangunan daerah.

“Kita bersyukur Sintang bisa menjadi role model bagi kabupaten lain dalam membangun kolaborasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Kartiyus.

Dalam Kategori Sintang CSR Award 2025, PT Buana Hijau Abadi tidak hanya meraih predikat perusahaan dengan CSR terbesar, tetapi juga masuk dalam sejumlah kategori strategis lainnya. Pada sektor infrastruktur, penghargaan diraih oleh BHA bersama KSA, DAP, dan SEP. Di bidang pendidikan, BHA kembali tercatat bersama KSA dan SEP. Untuk sektor kesehatan, BHA, KSA, SEP, dan DAP menjadi penerima penghargaan, sementara kategori keagamaan diraih oleh SEP.

Capaian tersebut menegaskan posisi PT Buana Hijau Abadi sebagai salah satu mitra pembangunan paling konsisten dan berkontribusi signifikan di Kabupaten Sintang. Lebih dari sekadar penghargaan, pengakuan ini menjadi penguat semangat bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

SebelumnyaBaku Hantam Nyaris Terjadi di Stadion Baning Sintang, Santosa Akui Lempar Kursi: “Sudah Saling Memaafkan”
SelanjutnyaSMKS Muhammadiyah Cup Dibuka, Bupati Sintang Nostalgia di Lapangan Kodim