Saprahan Massal Bhineka Tunggal Ika Meriah

22

Sintang, Kalbar – Memeriahkan hari jadi Kota Sintang, prosesi ritual umpan banua sebagai ungkapan rasa syukur digelar. Prosesi ini digelar di perairan Saka Tiga, depan Istana Kesultanan Almukaramah Sintang. Prosesi umpan banua ini dipimpin langsung Sultan Sintang, Pangeran Ratu Sri kesuma Negara V, Haji Raden Muhammad Ichsani Perdana, sekaligus Penganugerahan Gelar dan Bintang Kehormatan Adat pada petinggi negara, Danpuspenerbal, Laksamana Pertama TNI, Dwika Tjahya Setiawan.

Acara Ritual Umpan Banua ini sebagai bentuk kebersamaan, silaturahim dan ungkapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena usia Kabupaten Sintang sudah ke-656 tahun. Setelah, umpan banua, dilanjutkan dengan saprahan massal di Istana Kesultanan Al mukaramah Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyatakan, Pemkab Sintang sudah tiga kali ini memperingati hari jadi Kabupaten Sintang. Kota Sintang ini berdiri ketika Jubair Irawan dari Kerajaan Sepauk memilih tempat yang lebih strategis, yaitu di Saka Tiga ini.

Jarot Winarno menjelaskan, pada zaman itu, para pendahulu sudah menginginkan kalau negeri ini ingin makmur, ingin sejahtera maka negeri ini harus terbuka dan membuka pintu selebar lebarnya pada siapapun untuk hidup bersama di Bumi Dara Juanti. “Pemerintah Kabupaten Sintang akan menjadikan Kota Sintang sebagai Kota Inklusif, yaitu kota dimana seluruh elemen bangsa bisa hidup berdampingan. Kota yang membangun dirinya bersama masyarakat, maju  bersama-sama, dan kalau mendapat cobaan dihadapi bersama, dengan mengedapkan perasatuan, kesatuan dan musyawarah.

Kata Jarot, di peringatan hari jadi Kota Sintang, digelar silaturahmi kebangsaan Saprahan Massal Bhineka Tunggal Ika, pada Sabtu (12/5) di Rumah Adat Melayu. “Masyarakat dipersilahkan untuk bisa hadir makan bersama sebagai ajang silaturahim,” kata Jarot.

 

Komentar