Sintang Siapkan Strategi Turunkan AKB – AKI

79

Sintang, Kalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yustinus J memimpin rapat koordinasi Tim Kelompok Kerja Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Sintang pada Selasa (17/11), di Balai Praja Kantor Bupati Sintang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Yustinus J mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, instansi vertikal dan organisasi profesi untuk bersama menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sintang. “Semua pihak perlu bersinergi dan bekerja keras untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Ini sudah menjadi masalah serius bagi Kabupaten Sintang, mengingat masih tingginya jumlah ibu dan bayi yang meninggal,” terang Yustinus J.
Ia meminta agar peranan pemerintah desa semakin diperkuat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini. “Kita harus dorong dan tekan agar pemerintah desa bisa memperhatikan dan memberikan anggaran dalam APBDes, untuk menurunkan kasus ini. Sekarang di APBDes sudah ada anggaran untuk mencegah stunting. Kita dorong supaya ada anggaran di APBDes untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di desa mereka masing – masing,” terang Yustinus J.
Lanjut Yustinus, ia meminta program penurunan angka kematian ibu dan bayi ini dimulai dari desa. “Saya minta agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang mulai APBDes 2021 nanti, jangan sahkan APBDes seluruh desa di Kabupaten Sintang kalau di dalam APBDes tersebut belum menganggarkan program yang bertujuan menurunkan angka kematian bayi dan ibu di desa mereka,” tegas Yustinus J.
Ia mengajak seluruh OPD memasang target dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sintang. Dikatakannya, 3 bulan atau 6 bulan ke depan, kasusnya harus sudah menurun drastis. “Untuk bisa berhasil, maka kita harus bekerja sama dan keroyokan,” tambah Yustinus J.

Alkadri, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Pedesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang menyatakan siap untuk memantau APBDes seluruh desa agar ikut menganggarkan dananya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di desanya. “Selama ini kami sudah tegas dengan tidak mengesahkan APBDes, jika tidak memberikan alokasi anggaran untuk mencegah stunting dan membangun fasilitas untuk ODF,” katanya.
Tahun 2021 nanti bisa dimulai untuk menyisir APBDes agar mengalokasikan anggaran untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. “Upaya ini kita perkuat dari desa” terang Alkadri.