DPT Sintang 289.554

60

Sintang, Kalbar – Ketua KPU Kabupaten Sintang, Hazizah mengatakan, untuk tahapan pilkada Kabupaten Sintang, pihaknya sedang melakukan persiapan di sumber daya manusia (SDM) badan Ad Hoc. Dimulai dengan pelaksanaan rapid test untuk TPS, KPPS dan PPK dengan jumlah 13.222 personil.
“Kemudian daftar pemilih tetap (dpt) yang sudah kami tetapkan dari 14 kecamatan, 406 desa/kelurahan, 1.186 tps adalah 289.554 pemilih,” jelas Hazizah.
Ia berharap pihak keamanan sudah mulai memetakan bagaimana personilnya untuk bisa ditempatkan membantu kami dalam tugas pengamanan.

Hazizah mengungkapkan, pihaknya menargetkan partisipasi pemilih pada pilkada 2020 harus meningkat dengan mengacu pada standard nasional yaitu 77,5 %. “Kita targetkan partisipasi pemilih pada pilkada ini 77,5% sesuai standard KPU RI atau nasional. Dengan target peningkatan partisipasi tersebut berarti tingkat kesadaran masyarakat akan penting hak suaranya pada pemilu untuk menentukan arah bangsa atau daerah menjadi tinggi,” ungkap Hazizah.
Kata Hazizah, untuk masa kampanye hanya tinggal 19 hari lagi. Pada masa kampanye ini, iklan di media baik cetak maupun elektronik ada yang difasilitasi oleh pihaknya, begitu juga dengan alat peraga kampanye (APK).

Kemudian lanjut Hazizah, pada tanggal 1 Desember 2020 nanti akan dilaksanakan debat publik paslon pilkada Sintang. Kegiatan akan siarkan secara langsung melalui salah satu statsius TV swasta yang ada di Kalbar, dan bertempat di Gedung Pancasila Sintang. “Untuk debat publik, masyarakat tidak bisa menghadiri secara langsung. Pada debat publik tersebut yang bisa hadir yakni, Paslon, tim kampanye 4 orang, anggota KPU, bawaslu 2 orang, tim teknisi KPU, crew televisi. “Kami juga akan live streaming melalui medsos KPU seperti youtube, instagram dan facebook. Jadi masyarakat hanya boleh menyaksikan langsung lewat media saja. Debat juga akan kami siarkan ulang,” beber Hazizah.

Ia mengatakan, tidak boleh ada rombongan paslon. “Kami mohon aparat kepolisian untuk bisa mengamankan jangan sampai ada rombongan yang menghantar paslon ke tempat debat,” tambahnya lagi.

Pjs Bupati Sintang ini meminta penyelenggara Pilkada bersama seluruh stakeholder yang terlibat, memetakan wilayah – wilayah yang geografisnya cukup rawan dan sulit dijangkau, baik melalui jalur darat maupun jalur sungai.
“Saya minta wilayah – wilayah yang sulit dijangkau, yang kondisi geografisnya cukup rawan, agar penyaluran logistik ke daerah – daerah tersebut menjadi prioritas. Semoga semua proses tahapan pemungutan suara nanti tanpa hambatan. Kawal dan pantau dari awal sampai berakhirnya semua proses pilkada di semua desa. Ini tanggung jawab bersama,” pesan Anum.