Tumbuhkan Mental Generasi Muda Berwirausaha

Sintang, Kalbar – “Generasi muda harus memiliki mental berwirausaha,” pinta anggota DPRD Kabupaten Sintang, Mardiansyah. Ajakan ini bukan tanpa sebab. Karena ia melihat sebagian besar generasi muda masih memandang berwirausaha merupakan hal yang sulit dilakukan. Sebagian generasi muda lebih tertarik melamar menjadi PNS atau bekerja di perusahaan besar. Di Sintang, seperti di banyak daerah lain di Indonesia, PNS masih menjadi pilihan karier utama bagi sebagian besar lulusan perguruan tinggi. Persepsi bahwa PNS adalah satu-satunya pekerjaan yang stabil dan aman masih mengakar kuat.

Namun, perkembangan zaman tidak lagi menyediakan ruang selapang itu. Setiap tahun pemerintah membuka formasi yang jumlahnya tidak sebanding dengan lulusan baru. Bahkan, banyak formasi teknis diisi oleh tenaga kontrak yang sebelumnya telah bekerja bertahun-tahun. Untuk itu, Mardiansyah mengajak generasi muda untuk mencoba berwirausaha. “Keberanian untuk memulai adalah langkah pertama menuju perubahan besar. Perubahan itu, pada akhirnya, selalu berawal dari satu keputusan sederhana: mencoba,” ucapnya.

Dikatakannya, sekarang ini kalau hanya berharap setelah lulus kuliah langsung menjadi PNS, peluangnya sangat kecil,” ujar Markus, menatap lurus seakan sedang berbicara langsung kepada para mahasiswa dan lulusan baru. Ucapannya sederhana, tetapi sangat menggambarkan realitas dunia kerja saat ini. “Persaingan ketat, formasi terbatas, sementara jumlah lulusan setiap tahun terus meningkat,” kata dia.

Karena itu, Mardiansyah menegaskan pentingnya perubahan cara pandang. Bagi dirinya, generasi muda harus mulai melatih mental untuk lebih mandiri, lebih berani, dan lebih kreatif. Dunia kerja yang terus berubah menuntut anak muda tidak hanya mengandalkan ijazah, melainkan kemampuan, pengalaman, serta keterampilan yang benar-benar relevan.

“Kalau kita punya kemampuan, ide, dan semangat, jangan takut memulai usaha,” ujarnya lagi. Ia menegaskan bahwa memulai usaha tidak harus dimulai dari hal besar. Banyak pelaku usaha sukses hari ini memulai dari garasi rumah, kios kecil, atau bahkan dari hobi sederhana. “Terpenting mulai dulu. Dari situ nanti bisa berkembang,” katanya.

Di Sintang, geliat kewirausahaan sebenarnya mulai muncul. Kedai kopi, usaha kuliner rumahan, percetakan kecil, bengkel, hingga usaha digital perlahan tumbuh. Namun demikian, jumlahnya masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan potensi pasar lokal maupun kebutuhan tenaga kerja.

Ia melihat ada hambatan mental yang cukup besar. Banyak lulusan muda yang punya ide tetapi tidak punya keberanian untuk memulai. Sebagian takut gagal, sebagian lagi merasa belum cukup pengalaman. Ada pula yang terjebak pada zona nyaman: menunggu lowongan kerja formal.

Padahal, menurutnya, ke depan generasi yang mandiri dan kreatif justru akan menjadi pilar pembangunan ekonomi daerah.

“Generasi muda itu punya potensi besar. Mereka melek teknologi, terbuka terhadap ide-ide baru, dan cepat beradaptasi. Kalau ini dimanfaatkan secara optimal, mereka bisa menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja,” ucapnya. (tantra)

SebelumnyaRT/RW Jadi Garda Terdepan Awasi Kos-Kosan di Sintang
SelanjutnyaJembatan yang Roboh Itu Nadi Ekonomi Masyarakat