Sintang, Kalbar – Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Pandan, Nur Ihsan mengatakan Puskesmas Pandan di tahun ini sedang menggencarkan program penanganan stunting. “Kami punya program unggulan, yaitu penanganan stunting. Desa Bancoh menjadi lokus stunting,” kata Nur Ihsan, kepada media ini, Selasa (20/10).
Dia mengatakan, di Desa Bancoh terdapat sekitar 40 an kasus stunting. “Jadi memang ditunjuk dari kabupaten, kalau Desa Bancoh itu sebagai lokus stunting,” katanya.
Ihsan menjelaskan, penyebab banyaknya kasus stunting di Desa Bancoh diantaranya karena faktor pernikahan dini dan status ibunya waktu hamil kurang mengkonsumsi makanan bergizi.
“Sebanyak 40 pasien stunting tersebut sudah didampingi tim gizi dari kabupaten, dokter spesialis anak dan dokter kandungan. Kami juga sudah melakukan penanganan lebih lanjut dan tim ahlinya beberapa kali bekerja sama dengan BKKBN,” katanya.
Dikatakan dia, dalam penanganan stunting di Desa Bancoh, anak-anak stunting tersebut difokuskan pada pemeriksaan status makannya.
“Kami juga membentuk bapak asuh untuk mendampingi mereka. Jadi selain orangtua anak itu, kita akan menunjuk bapak asuh, yang akan mendampingi lagi selain dari orangtua anak itu. Bapak asuh ini berasal dari aparatur desa untuk memeriksakan status makan anak stunting,” katanya.
Dijelaskan Ihsan, bantuan untuk peningkatan gizi anak stunting di Desa Bancoh diberikan dari puskesmas dan pemerintah desanya, seperti bantuan biscuit, susu dan pemberian makanan tambahan. “Olahan makanan tambahan juga dilakukan oleh ibu-ibu di desa tersebut,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, hanya Desa Bancoh yang menjadi lokus stunting di Kecamatan Sungai Tebelian.
