Santosa Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Sintang, Kalbar – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, mendorong lulusan perguruan tinggi untuk tidak lagi bergantung pada peluang kerja formal, tetapi mulai menciptakan lapangan kerja baru melalui kewirausahaan berbasis teknologi.

Ia menilai Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius di sektor ketenagakerjaan, dengan angka pengangguran mencapai jutaan orang dan sebagian di antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi. Di tengah situasi tersebut, bonus demografi disebutnya sebagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda untuk lebih berperan dalam perekonomian.

“Generasi muda memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dan menciptakan suatu produk yang sukses dan berkembang. Ini adalah saat yang tepat untuk memulai berwirausaha,” kata Santosa di Sintang.

Menurutnya, di era digital yang ditandai perubahan cepat dan kemajuan teknologi, kewirausahaan menjadi pilihan karier yang menarik bagi generasi muda. Namun, ia menegaskan, kewirausahaan harus ditopang inovasi yang berkelanjutan.

“Inovasi bukan hanya sekadar ide menarik, tetapi juga kunci utama dalam membuat kewirausahaan menjadi pilihan yang menarik,” ujarnya.

Santosa menekankan, generasi muda perlu memiliki visi yang jelas dan etos kerja yang kuat agar dapat menjadi agen perubahan dalam bisnis digital yang berkembang pesat.

Santosa, menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang kian kompetitif.

Ia menilai kampus tidak bisa lagi hanya menjadi tempat mahasiswa mengumpulkan nilai akademik, tetapi harus menjadi jembatan nyata menuju kompetensi profesional dan kemandirian ekonomi.

“Mahasiswa sekarang jangan hanya mengejar nilai akademik. Dunia kerja menuntut kreativitas, keuletan, dan kemampuan adaptasi,” ujarnya.

Ia mendorong perguruan tinggi di Sintang dan Kalimantan Barat memperkuat kurikulum yang berorientasi pada keterampilan praktis, pengalaman lapangan, serta pengembangan jiwa wirausaha. Program magang, workshop, pelatihan kewirausahaan, hingga inkubasi bisnis dinilai perlu diintegrasikan dalam proses pendidikan.

Tak hanya itu, ia juga meminta kampus menyediakan ruang bagi mahasiswa menguji ide bisnis mereka, seperti ruang kreativitas, laboratorium inovasi, dan klinik bisnis.

Santosa menegaskan, perkembangan teknologi membuka peluang usaha baru yang bisa dimulai dengan modal terbatas. Dengan gawai dan keahlian tertentu, generasi muda dinilainya dapat merintis berbagai jenis usaha.

“Sekarang semua serba cepat. Peluang baru muncul setiap saat. Siapa yang adaptif, dialah yang bertahan,” katanya.

Menurutnya, tantangan utama bukan semata-mata pada modal, melainkan kemauan belajar dan keberanian memulai usaha. Karena itu, ia menilai penting adanya dukungan pemerintah dan lembaga pendidikan dalam bentuk pelatihan, akses pembiayaan, dan pendampingan.

Santosa menilai, kewirausahaan dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi pengangguran dan memperkuat perekonomian daerah.

Keberadaan platform digital dinilai mempermudah generasi muda memasarkan produk, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing. Sejumlah mahasiswa dan lulusan baru juga disebut telah mulai merintis usaha, mulai dari sektor kuliner, fesyen hingga layanan berbasis teknologi.

Peran pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan kewirausahaan, termasuk melalui kebijakan yang mempermudah proses bisnis dan pola pikir yang tidak lagi memandang wirausaha sebagai pilihan terakhir.

Ia berharap generasi muda Sintang tidak hanya menjadi penonton perkembangan ekonomi, tetapi menjadi pelaku yang ikut menggerakkan perubahan.

“Masa depan tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mendapatkan pekerjaan, tetapi seberapa kuat ia membangun dirinya untuk menjadi pencipta peluang,” tegasnya. (tantra)

SebelumnyaRuas Jalan Tebidah–Serawai Lama Dibiarkan Luka
SelanjutnyaPotensi Desa Menunggu Dijemput Kades