Sintang, Kalbar – Penguatan KMP mendapat dukungan dari anggota DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, yang menilai keberadaan Koperasi Merah Putih sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
“KMP harus mampu menjalankan usaha dengan baik dan benar. Pengurusnya harus bekerja profesional dan memahami prinsip-prinsip bisnis modern,” tegas Hikman.
Menurutnya, koperasi di tingkat desa memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan benar. KMP tidak boleh hanya sekadar ada secara administratif, tetapi harus aktif menjalankan unit usaha yang produktif, seperti simpan pinjam, perdagangan kebutuhan pokok, hingga pemasaran produk UMKM.
Hikman menekankan bahwa KMP perlu bersinergi dengan koperasi lain, termasuk koperasi besar yang telah lebih dulu mapan. Dengan begitu, KMP dapat belajar mengenai tata kelola, pemasaran, dan inovasi usaha.
“Koperasi Merah Putih bisa menjadi motor penggerak UMKM di Sintang. Tetapi itu semua hanya bisa terwujud kalau SDM pengurusnya kompeten dan mampu berpikir jauh ke depan,” tambahnya.
Koperasi selama ini dikenal sebagai sokoguru perekonomian rakyat. Di Kabupaten Sintang, keberadaan koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Namun di tengah tantangan zaman yang bergerak cepat, modernisasi pengelolaan menjadi sebuah keharusan. Inilah yang menjadi latar penting pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) se-Kabupaten Sintang Angkatan ke-2 yang digelar pada Kamis, 13 November 2025 di Aula CU Keling Kumang.
Pelatihan ini diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia koperasi, sekaligus mendorong transformasi manajemen KMP agar lebih modern, transparan, dan berkelanjutan.
Pelaksana Harian Kepala Disperindagkop dan UKM Sintang, Ida Meylani, dalam sambutannya menegaskan bahwa kualitas pengurus adalah kunci utama keberlangsungan koperasi. Tanpa SDM yang memahami pengelolaan koperasi secara profesional, koperasi sulit bertahan dalam kompetisi ekonomi yang semakin kompleks.
“Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Pengurus KDKMP hari ini merupakan langkah awal yang sangat penting. Pengurus koperasi harus memahami perannya yang sangat krusial,” ujar Ida.
Ia menegaskan bahwa koperasi tak hanya membutuhkan pemahaman dasar mengenai perkoperasian, tetapi juga harus menguasai konsep-konsep modern yang saat ini menjadi standar di banyak lembaga usaha, terutama yang mengedepankan transparansi dan inovasi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta benar-benar hadir dengan pikiran terbuka dan semangat belajar yang tinggi. Serap semua ilmu, lalu praktikkan di koperasi masing-masing. Jadilah motor penggerak perubahan,” tegas Ida.
Di balik penyelenggaraan pelatihan ini, ada visi besar, menjadikan KMP sebagai bagian dari solusi menghadapi tantangan ekonomi Kabupaten Sintang. Menurut Ida, koperasi harus mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat, seperti pengangguran, kesenjangan akses permodalan, hingga rendahnya literasi usaha.
“Kita ingin membangun koperasi yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang menjadi soko guru ekonomi lokal,” kata Ida.
Kehadiran Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk memulai usaha, mengembangkan UMKM, dan memperoleh akses pembiayaan yang terjangkau. Selain itu, koperasi juga menjadi ruang kolaborasi dan gotong royong antarwarga, sesuatu yang menjadi ruh utama ekonomi kerakyatan.
Ida juga menekankan bahwa penguatan koperasi tidak dapat berjalan sendiri. Perlu sinergi antara koperasi, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, serta jaringan koperasi lainnya.
“Pelatihan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar koperasi, membangun jaringan kerja sama, serta memperkuat sinergi lintas lembaga,” jelasnya.
Sinergi seperti ini menurutnya sangat penting, terutama di tengah kompetisi pasar yang semakin terbuka. Koperasi harus saling mendukung dan membangun ekosistem ekonomi yang sehat di Kabupaten Sintang.
