Bupati Minta Menpan RB Prioritaskan Honorer diangkat ke P3K

13

Kayong Utara, Kalbar – Bupati Kayong Utara, Citra Duani meminta kementrian memberikan Afirmatif aksen  terkait tenaga  Honorer yang ada di Kayong Utara. “Kami berharap semua honorer yang ada di Kayong diberikan peluang untuk dapat mengikuti tes P3K,” jelas Citra ketika melakukan audiensi di Kementrian Pendayagunaan aparatur negara dan Reformasi birokrasi, Kamis (30/6).

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD, Abdul Zamad dan Jumadi, Plt. Kepala BKPSDM Kayong Utara. Rombongan audiensi ini diterima, Elfansuri, Koordinator Komunikasi Publik dan Pelayanan Informasi Kementerian PAN RB dan

Ia menjelaskan, secara jelas masalah yang bakalan dihadapi Kayong Utara saat ini ter1690 tenaga honorer terdiri dari tenaga kesehatan, guru, Sat Pol PP dan tenaga teknis saat ini aktif dalam membantu pekerjaan yang ada. “Honorer selama ini sangat membantu kami, terutama mereka yang bekerja dibagian administrasi,” tutur Citra.

Abdul zamad meminta, formasi guru agama untuk Kabupaten Kayong Utara tetap dibuka. “Secara kebijakan kami berharap kementrian memperhatikan juga formasi guru agama” pinta Zamad.

BKPSDM Kayong Utara, menyampaikan bahwa sudah selesai melakukan pemetaan kebutuhan tenaga ASN. ” Kami berharap Kemenpan juga membuka formasi untuk Pol PP dengan pendidikan minimal SLTA,” tuturnya.

Koordinator Komunikasi Publik dan Pelayanan Informasi Kementerian PAN RB, Elfansuri, menjelaskan, kepada audiensi untuk saat ini mereka juga menerima keluhan yang sama dari kabupaten dan kota lainnya terkait tenaga honorer. Dia meminta Pemkab Kayong Utara untuk dapat memetakan kebutuhan sesuai dengan yang sangat diperlukan.

“Untuk formasi Pol PP, kami masih melakukan koordinasi dengan Kemendagri, hasil nya nanti akan kita sampaikan juga ke kabupaten dan kota,” ucap dia.

Ia berharap, untuk tenaga dasar seperti keamanan, Kebersihan dan supir tetap dilakukan alih daya atau dipihak ketigakan. Diakhir pertemuan bupati menyerahkan data tenaga honorer Kayong Utara saat ini sesuai dengan kualifikasi pendidikan. “Kami berharap dibuka kesempatan tes P3K bagi tenaga honorer yang ada,” harapnya.