Dewan Dorong Pemkab Sintang Gelar Pelatihan Wirausaha bagi Pemuda

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Hermansen Figo, meminta Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) memperbanyak pelatihan keterampilan bagi para pemuda di kecamatan dan desa. Ia menilai, kebutuhan peningkatan kapasitas generasi muda di daerah saat ini bukan sekadar seremonial, tetapi menyentuh langsung pada kemampuan teknis dan keterampilan siap kerja maupun keterampilan berwirausaha.

Menurut Figo, tantangan dunia kerja semakin berat dan ketat. Sementara itu, tidak semua pemuda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Untuk itu, pemerintah daerah harus hadir memastikan bahwa generasi muda di desa-desa dibekali keahlian dasar yang bisa menjadi modal membuka usaha ataupun bekerja secara mandiri.

“Pelatihan keterampilan penting agar pemuda memiliki bekal, siap bekerja, dan mampu berwirausaha. Dinas terkait harus menyusun program yang menyasar kecamatan dan desa, bukan hanya kegiatan yang terpusat di kota,” tegas Figo.

Ia menyebut sejumlah bidang keterampilan yang relevan untuk disiapkan oleh dinas, di antaranya pelatihan usaha kuliner, pangkas rambut, servis telepon seluler, otomotif dan bengkel sepeda motor, desain kreatif, pertukangan, hingga keterampilan teknis lain yang dibutuhkan dunia usaha. Keterampilan tersebut dinilainya mudah diterapkan dan memiliki peluang pasar yang cukup besar di wilayah Sintang.

Lebih jauh, Figo menyoroti fakta bahwa banyak pemuda saat ini kesulitan mendapatkan pekerjaan karena minim keterampilan. Data terbaru BPS menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sintang pada 2024 adalah sekitar 2,85 persen.  Dari total angkatan kerja di Sintang sebanyak 246.577 orang, terdapat sekitar 7.025 orang tercatat sebagai penganggur.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sintang per Maret 2024 tercatat sebesar 8,03 persen atau sekitar 35,18 ribu jiwa.  Angka kemiskinan itu memang sedikit membaik dibanding tahun sebelumnya, namun tetap menjadi tantangan serius bagi peningkatan kesejahteraan warga, terutama pemuda dan keluarga di desa.

Dengan angka pengangguran serta kemiskinan tersebut, Figo mengingatkan bahwa potensi besar pemuda Sintang “bisa terbuang” jika tidak dibekali keterampilan yang mendukung. “Kesempatan kerja tidak selalu menunggu lowongan formal. Dengan kemampuan teknis, mereka bisa membuka jasa potong rambut, servis HP, atau usaha kuliner dari rumah. Itu bisa menjadi awal kemandirian,” tambahnya.

Program pengembangan keahlian, kata Figo, juga harus diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat di beberapa kecamatan. Selain pelatihan, pemerintah diminta memfasilitasi pendampingan dalam penguatan manajemen usaha, pemasaran, serta akses permodalan dari koperasi atau lembaga pembiayaan daerah. Ia menilai, pemuda tidak cukup hanya dilatih, tetapi juga perlu diarahkan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan berkelanjutan.

“Banyak pemuda semangat ketika ikut pelatihan, tetapi bingung ketika memulai usaha. Pemerintah perlu membuat skema pendampingan jangka panjang, termasuk menghubungkan mereka dengan koperasi untuk pembiayaan modal kecil,” ujar Figo menambahkan.

Menurutnya, potensi pemuda Sintang sangat besar, tinggal bagaimana pemerintah mengoptimalkan program pemberdayaan tersebut. Apalagi sebagian besar kecamatan memiliki karakter ekonomi yang beragam, seperti kerajinan, perdagangan, jasa hingga industri rumah tangga. Jika mendapat pelatihan terstruktur, pemuda di desa mampu berkontribusi terhadap ekonomi keluarga sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal.

Ia juga menilai pelatihan keterampilan merupakan langkah konkret dalam menekan angka pengangguran, mencegah urbanisasi, serta meminimalisasi potensi masalah sosial akibat ketiadaan pekerjaan. “Ketika pemuda memiliki aktivitas produktif, mereka tidak gampang terjerumus pada hal negatif. Kemandirian ekonomi menjadi kunci membangun generasi kuat,” tegasnya.

Karena itu, DPRD siap mendukung program peningkatan kapasitas pemuda yang digagas oleh Disporapar dan Perindagkop. Ia berharap kedua OPD tersebut menyusun kalender pelatihan rutin, melibatkan kecamatan dan pemerintah desa, serta membuka akses pendaftaran mudah agar program benar-benar menyentuh sasaran yang tepat.

Figo juga meminta pelatihan tidak hanya diberikan kepada pemuda yang berada di pusat kota, tetapi desa-desa terpencil yang masih minim akses pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemerataan kesempatan belajar harus menjadi prinsip utama dalam pengembangan SDM. “Ada banyak pemuda kreatif di kampung-kampung. Mereka butuh jembatan ilmu. Pemerintah harus hadir, turun langsung membangun kapasitas mereka,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Figo berharap agar Pemkab Sintang secara bertahap mencetak generasi wirausaha muda di berbagai wilayah. Menurutnya, pemuda yang terampil, kreatif, dan mandiri akan menjadi kekuatan pendorong ekonomi daerah di masa yang akan datang.

SebelumnyaDPRD Sintang Desak Perbaikan Kinerja Birokrasi
SelanjutnyaRuas Jalan Tebidah–Serawai Lama Dibiarkan Luka