Dewan Sintang Ajak Warga Budidaya Ikan di Pekarangan Rumah

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk melakukan budidaya ikan konsumsi. Menurutnya, langkah sederhana ini bisa menjadi strategi efektif meningkatkan ketahanan pangan keluarga, sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan protein hewani yang berdampak pada tumbuh kembang anak.

Hikman menilai, tak sedikit pekarangan rumah di wilayah Sintang yang masih dibiarkan kosong atau hanya menjadi ruang parkir dan tempat menumpuk barang. Padahal, area tersebut dapat dikembangkan menjadi kolam ikan dengan modal yang relatif kecil. Budidaya ikan lele, nila, maupun patin bisa dilakukan dengan teknologi sederhana. “Saya mengajak masyarakat memulai dari hal kecil, seperti membangun kolam terpal di halaman rumah. Tidak perlu luas, yang penting dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurut Hikman, konsumsi ikan masih perlu terus ditingkatkan. Sintang memiliki potensi sumber daya air dan iklim yang mendukung budidaya ikan. Namun pola konsumsi masyarakat terhadap ikan konsumsi, terutama ikan budidaya, masih belum maksimal. Padahal ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang lebih terjangkau dibandingkan daging sapi atau ayam. “Mengajak keluarga gemar makan ikan adalah investasi masa depan. Pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi, termasuk protein dari ikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa kekurangan asupan protein dapat menyebabkan sejumlah persoalan gizi, penurunan daya tahan tubuh, hingga gangguan perkembangan otak anak. Karena itu ia menilai, gerakan membudidayakan ikan sendiri sekaligus menjadi langkah edukatif yang baik dalam keluarga. Anak-anak bisa diperkenalkan bagaimana proses pemeliharaan ikan, memahami nilai gizi ikan, serta diajak menikmati hasil budidaya tersebut bersama keluarga. “Biasakan anak sejak dini mengenal dan menikmati ikan, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” tambahnya.

Hikman menyatakan, budidaya ikan kini semakin mudah dilakukan. Banyak warga telah berhasil membangun kolam ikan skala kecil di lingkungan perumahan. Bahkan beberapa memanfaatkan tong bekas, ember besar, hingga kolam terpal. Dalam hitungan bulan, ikan sudah dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal rumah tangga. “Kalau hasilnya berlebih, justru bisa menjadi tambahan pendapatan. Banyak pelaku kecil yang sukses menjual ikan lele atau nila secara eceran ke tetangga,” katanya.

Ia menilai pemerintah daerah dapat turut berperan aktif melalui pembinaan, pendampingan, serta bantuan sarana budidaya bagi masyarakat. Selain itu, program sosialisasi konsumsi ikan bisa diperkuat melalui sekolah, lembaga desa, dan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, gerakan masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk budidaya ikan maupun sumber pangan lainnya, sudah harus menjadi kampanye bersama. “Kita dorong agar masyarakat tak bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar. Minimal untuk kebutuhan konsumsi keluarganya sendiri, bisa dipenuhi dari rumah,” ujar Hikman.

Sebagai daerah yang wilayah sungai, Sintang punya tradisi panjang terkait ikan air tawar. Namun, permintaan ikan dari tahun ke tahun terus meningkat, sementara suplai alam semakin terbatas. Karena itu, budidaya mandiri menjadi solusi yang tak hanya relevan untuk ketahanan pangan keluarga, namun juga memperkuat kemandirian masyarakat. “Kita tidak boleh hanya berharap pada hasil tangkap sungai. Kondisinya semakin berubah. Budidaya adalah jawabannya,” jelasnya.

Hikman berharap ajakan ini direspons positif oleh warga. Ia menyebut, menghadapi tantangan ekonomi dan inflasi bahan pangan, memanfaatkan pekarangan rumah sangat membantu menjaga stabilitas kebutuhan keluarga. Selain itu, konsumsi ikan juga selaras dengan upaya nasional memperbaiki kualitas gizi masyarakat. “Ikan kaya omega 3, DHA, dan protein. Semua itu penting bagi pertumbuhan otak anak,” katanya.

“Walau satu kolam terpal di belakang rumah, itu sudah langkah besar untuk kesehatan keluarga. Ajari anak gemar makan ikan, kita ciptakan generasi Sintang yang sehat, kuat, dan cerdas,” tutup Hikman Sudirman.

SebelumnyaKelam Menuju Kota Baru, Menjadi Pusat Pemerintahan Kapuas Raya
SelanjutnyaDewan Dorong Setiap Desa Kembangkan BUMDes untuk Dongkrak PADes