Dorong Ketahanan Pangan dan Gizi Keluarga, Anggota DPRD Sintang Salurkan Bibit Ikan

Sintang, Kalbar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang yang satu ini, merupakan salah satu wakil rakyat yang sangat peduli pada peningkatan gizi masyarakat. Dialah Hikman Sudirman.  Sosok yang dikenal aktif turun ke lapangan itu kembali mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan bibit ikan lele beserta paket pakan kepada kelompok pembudidaya ikan di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Kayan Hilir. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dana Aspirasi atau dana pokok-pokok pikiran (pokir) Hikman untuk tahun anggaran berjalan.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Hikman Sudirman kepada kelompok petani ikan setempat. Masyarakat menyambutnya dengan antusias. Selain untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, bantuan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi warga desa.

Hikman menegaskan bahwa dorongan untuk mengonsumsi ikan bukan sekadar ajakan normatif. Dirinya ingin memberikan teladan sekaligus fasilitas, agar budaya makan ikan sekaligus usaha budidayanya betul-betul tumbuh di tengah masyarakat.

“Bantuan bibit lele dan pakan ini kita serahkan agar kelompok pembudidaya ikan di Nanga Tikan dapat terus berkembang dan meningkatkan produktivitas mereka. Kami ingin usaha perikanan di desa ini bisa menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga,” ujar Hikman di sela kegiatan.

Menurutnya, ikan merupakan salah satu sumber protein yang mudah didapat, sehat, dan sangat cocok dibudidayakan di wilayah yang memiliki potensi perairan dan semangat gotong royong masyarakat. Bagi keluarga pedesaan, memelihara ikan tidak hanya menambah asupan gizi anak, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

“Sebagai wakil rakyat, kami ingin dukungan pemerintah terasa langsung di masyarakat. Budidaya ikan adalah salah satu sektor yang bisa berkembang dengan cepat dan memberikan dampak ekonomi signifikan,” tambahnya.

Hikman menilai perikanan air tawar merupakan sektor yang menjanjikan, terutama di Sintang yang memiliki banyak desa dengan karakter lahan dan sumber air yang mendukung. Selama ini, kelompok pembudidaya ikan di Nanga Tikan sudah memiliki pengetahuan dasar dan pengalaman pemeliharaan, namun keterbatasan modal sering menjadi persoalan utama.

Melalui bantuan bibit ikan lele berkualitas dan pakan siap tebar, Hikman berharap produktivitas budidaya dapat meningkat. Panen yang lebih optimal bukan saja memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang pemasaran ke pasar lokal maupun kecamatan sekitar.

Dirinya meyakinkan bahwa dorongan untuk membudidayakan ikan tidak hanya berhenti pada tahap penyerahan bantuan. Pada masa mendatang, ia berkomitmen terus memperjuangkan program pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan teknik budidaya modern, pendampingan manajemen usaha mikro, hingga penyediaan akses pemasaran.

Hikman menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari gerakan memperjuangkan aspirasi warga desa yang terus disampaikannya melalui pokok-pokok pikiran di DPRD. Pokir menjadi salah satu instrumen untuk memastikan bahwa usulan langsung dari masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi produktif, benar-benar diwujudkan dalam bentuk nyata.

“Melalui pokir inilah, kami memastikan aspirasi masyarakat tersalurkan. Kita ingin setiap rupiah bantuan tepat sasaran dan memberi dampak langsung,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa konsep pemberdayaan melalui budidaya ikan sangat sesuai dengan kondisi sosial masyarakat pedesaan. Murah, mudah dijalankan, tidak memerlukan lahan luas, dan hasilnya bisa dirasakan dalam waktu relatif cepat. Karena itulah, sektor ini dipandang strategis untuk terus diperkuat.

Selain fokus pada penguatan ekonomi, Hikman juga mengingatkan masyarakat agar mulai membiasakan konsumsi ikan sebagai bagian dari menu utama keluarga. Kandungan protein yang tinggi, asam lemak baik, serta ketersediaannya yang terjangkau membuat ikan sangat layak menjadi menu prioritaskan.

“Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan terpenuhi gizinya. Mengajak masyarakat makan ikan bukan hanya slogan, tapi harus didorong dengan pemberian fasilitas nyata seperti bibit dan pakan,” jelasnya.

Ia juga mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga sekolah untuk ikut aktif mengkampanyekan budaya makan ikan, baik melalui kegiatan edukasi maupun dukungan fasilitas kolam budidaya.

Hikman memastikan bahwa dukungan terhadap sektor perikanan tidak berhenti pada satu titik. Bila program budidaya di Nanga Tikan menunjukkan hasil positif, ia bertekad memperluas skema bantuan ke desa lainnya. Menurutnya, membangun ekonomi masyarakat harus dilakukan melalui pemberdayaan, bukan hanya bantuan sesaat.

“Kami akan terus mendorong program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tujuannya sederhana, warga desa punya usaha, punya sumber penghasilan, dan masa depan keluarganya menjadi lebih baik,” pungkas Hikman.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan sektor perikanan rakyat di Desa Nanga Tikan dan kecamatan sekitarnya. Bila dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin desa ini menjadi salah satu sentra budidaya ikan air tawar di Sintang. Pada akhirnya, ketahanan pangan, pemenuhan gizi keluarga, dan peningkatan kesejahteraan bisa berjalan beriringan. (tantra)

SebelumnyaWarga Ketungau Masih Terisolasi, Jalan Utama Hanya 10 Persen yang Mulus
SelanjutnyaSintang Harus Belajar dari Banjir Sumut dan Tragedi 2021