Hewan Kurban di Sintang Capai 170 Sapi, Dewan Beri Apresiasi

20

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Senen Maryono mengapresiasi banyaknya jumlah hewan kurban di Kota Sintang yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha nanti.

“Tercatat hewan kurban di Kota Sintang sebanyak 170 ekor sapi dan 46 ekor kambing. Nilainya mencapai hampir Rp4 miliar,” kata Senen Maryono, pada Rabu (6/7) di Gedung DPRD Kabupaten Sintang.

Jumlah hewan ini, menurut Senen, meningkat dibanding tahun lalu. “Artinya, masyarakat Sintang tidak takut untuk berkurban walau saat ini ada wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang merebak di sejumlah daerah di Indonesia,” katanya.

Masih kata Senen, berdasarkan pengecekan di lapangan, sampai saat ini belum ada hewan kurban di Kabupaten Sintang yang terserang penyakit PMK. Untuk itu, lanjut Senen, masyarakat Sintang tidak perlu khawatir untuk menerima daging kurban yang akan dibagikan.

Senen, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sintang, mengatakan, pihaknya akan terus memonitor pelaksanaan kurban di Kabupaten Sintang, untuk memastikan hewan kurban yang dipotong tidak terkena penyakit PMK. Dia juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang untuk terus melakukan pengecekan hewan kurban sampai proses penyembelihan hewan kurban dilakukan.

Untuk mencegah PMK, kata Senen, di Sintang sudah dilakukan vaksinasi pada hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan hewan lainnya. Vaksinasi telah dilakukan pada 29 Juni lalu.

Ciri-Ciri Ternak Terkena PMK diantaranya, ternak demam tinggi, keluar air liur yang berlebihan atau hipersalivasi, pelepuhan di bagian gusi, lidah, dan mulut ternak yang terlihat seperti sariawan, kuku kaki terlihat nodul dan terluka, mengalami kepincangan kaki karena kuku terkelupas, ternak ambruk, ternak mengalami gemetaran atau tremor, ternak kehilangan nafsu makan, ternak tidak dapat bergerak dengan leluasa, ternak terlihat kesakitan saat berjalan, badan yang semakin kurus dan pada kuku kaki terlihat luka sayatan.

Jika peternak melihat tanda-tanda tersebut, sebaiknya langsung melakukan pemeriksaan ke laboratorium dan memberikan hewan ternak vitamin, agar tidak semakin buruk. Hewan harus diisolasi agar tidak menular.