Jika Besok Cabup Diusulkan, Lusa Siap Paripurna

45

Sintang, Kalbar – DPRD Kabupaten Sintang menerima audiensi puluhan massa yang menamakan dirinya  sebagai koalisi Masyarakat Sintang, Rabu (7/7).

Dikesempatan itu massa sempat merangsak masuk saat DPRD Sintang  sedang menggelar rapat Paripurna. Agenda rapat Paripurna tersebut adalah penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sintang  terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja  Daerah (APBD) tahun 2021.

Setelah pimpinan yakni Wakil Ketua ll DPRD Kabupaten Sintang Heri Jambri menutup rapat paripurna, perwakilan massa dipersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya. Hadir juga saat itu, Sekda Sintang Yosepnah Hasnah, Forkopimda, anggota DPRD Sintang serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam Audiensinya, perwakilan massa menyampaikan berbagai point tuntutan. Salah satunya mendesak pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang yang kosong sejak Sudiyanto meninggal dunia 18 September 2021silam.

Penyampaian aspirasi koalisi masyarakat Sintang langsung direspon Wakil Ketua ll DPRD Sintang, Heri Jambri. “Saat atas nama lembaga DPRD menyampaikan banyak terimakasih atas aspirasinya,” kata Heri Jambri.

Terkait persoalan pengisian Wakil Bupati Sintang, Heri menyebut bahwa hal itu sudah disampaikan secara resmi oleh Fraksi saat sidang Paripurna.

” Berapa waktu lalu saya juga menerima demo yang mendesak pengisian Wakil Bupati. Untuk pengisian jabatan tersebut, kembali lagi kepartai pengusung,” katanya.

Dia ingin koalisi segera menyampaikan kepada Bupati. Jika Bupati besok hari mengusulkan ke dewan, pihaknya siap melaksanakan paripurna untuk mengisi posisi Wakil Bupati.

Andreas, salah satu Koalisi Masyarakat Sintang mengungkapkan, kedatangannya ke DPRD Kabupaten Sintang  untuk menyampaikan beberapa hal. Point pertama adalah mempertanyakan pengisian jabatan Wakil Bupati yang hingga sekarang belum ada titik terang.

Andreas juga mendesak Wakil Bupati Sintang bisa dilantik paling lambat tanggal 17 Agustus 2022. “Apabila tidak dilaksanakan sebelum tanggal 17 Agustus 2022, maka massa akan turun atas nama rakyat,” tegasnya.