Kasus Corona Meningkat, Sekda Sintang : Pelaku Usaha Diminta Batasi Jam Operasional

40

Sintang, Kalbar – Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sintang menggelar rapat koordinasi menyikapi lonjakan kasus akhir-akhir ini, Senin 12 April 2021 di Pendopo Bupati Sintang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha menyampaikan bahwa perlu penerapan protokol kesehatan lebih ketat sesuai dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 60. Semua pelaku usaha seperti warkop dan cafe wajib menerapkan prokes ketat dan membatasi jam operasional.

“Razia prokes lakukan terus menerus di tempat usaha. Penegakan Perbup bisa ditindak tegas. Peranan tokoh agama dan pejabat publik dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Sekda.
Selain itu, acara syukuran dan pernikahan tidak boleh lagi menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan. Tetapi hanya boleh dalam bentuk nasi kotak. “Waktunya juga kita batasi misalnya hanya 3 jam saja. ASN selama Ramadan tidak boleh keluar kota jika ndak penting,” tegas Yosepha.

Direktur RSUD AM Djoen Sintang, dr. Rosa Trifina menyampaikan tren penyebaran covid-19 pada tiga minggu ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Oleh karena itu, pihaknya menganggap perlunya langkah serius menangani hal tersebut.
Apalagi, kata Rosa, ruang perawatan COVID-19 di RSUD AM Djoen Sintang hari ini tersisa 1 tempat tidur yang belum. Total ada 4 ruang perawatan dengan jumlah tempat tidur sebanyak 32 unit. Tapi dengan catatan, pasien yang dirawat di Ruang Pinere di IGD sebanyak 8 orang tidak bergeser ke ruangan khusus.

Selain itu, dalam Ruangan Isolasi Tekanan Negatif (RITN) ada 7 tempat tidur, yang juga ada kamar untuk pasien positif yang akan dioperasi. Ruangan Tembesuk juga ada 8 tempat tidur dan Ruang Isolasi Khusus ada 13 tempat tidur dan tersisa 1 tempat tidur saja.

“Pasien yang meninggal karena COVID-19 di minggu kedua April 2021 sebanyak 5 orang. Ini menjadi angka tertinggi kematian di Sintang. Tren orang yang dirawat bukan karena COVID-19 semakin menurun. Tetapi tren orang yang dirawat karena COVID-19 meningkat,” ungkapnya.

Dikatakannya, tenaga kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19 tiga bulan terakhir total 68 orang. Yang sekarang diistirahatkan untuk 14 hari ke depan sebanyak 17 orang nakes. “Inilah yang menyebabkan kami harus menutup IGD dan menambah personil dari ruangan rawat jalan. Bahkan tim manajemen kami siap dikerahkan jika memang nanti sangat darurat,” beber Rosa.