Wabup Sintang Minta Satgas COVID-19 Bersikap Tegas pada Pelanggar Prokes

20

Sintang, Kalbar – Semakin meningkatknya kasus konfirmasi corona di Bumi Senentang menjadi perhatian, Satgas COVID-19 Kabupaten Sintang. Oleh karena itu, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto meminta Satgas COVID-19 mengambil sikap tegas pada pelanggar protokol kesehatan (prokes).

“Tim satgas harus mengubah cara kerja dan melakukan langkah yang nyata di lapangan. Jangan ada lagi istilah tidak sampai hati dengan orang dalam menegakan aturan. Mau tidak mau, tim Satgas harus tegas dan keras,” kata Sudiyanto saat menghadiri rapat koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Senin 12 April 2021.

Sudiyanto kemudian mengintruksikan masing-masing tim Satgas COVID-19 Kabupaten Sintang bekerja sesuai tugas pokoknya. Dinas Perhubungan diminta mengatur keluar masuk orang melalui berbagai jalur transportasi. Disperindagkop mengatur warung kopi dan usaha lainnya. Tim lain silakan melakukan langkah nyata.

“Tidak saatnya lagi berkirim surat, tetapi langsung beraksi di lapangan. Himbauan supaya dalam sebuah acara pernikahan tidak ada prasmanan, masyarakat tidak mau mematuhinya,” terang Sudiyanto.

Ke depan, kata Sudiyanto, acara pernikahan wajib hanya menyediakan nasi kotak saja. Ia juga berharap tidak ada lagi toleransi terhadap hal-hal yang dimaksud.

“Jangan ada rasa tidak nyaman lagi. Yang ASN juga tidak boleh melaksanakan perjalanan dinas kalau tidak penting. Semoga upaya kita untuk menurunkan kasus corona menjadi ladang amal kita kepada Tuhan Yang Maha Esa terlebih di bulan Ramadan ini,” ucapnya.

Dikesempatan itu, Wabup Sintang yang akrab disapa Pak Udit ini menyampaikan keprihatinan karena banyak petugas medis di RSUD AM Djoen Sintang terpapar COVID-19. Ia juga mengakui, di sisi lain melonjaknya kasus konfirmasi COVID-19 karena ada masalah pada masyarakat kita.

“Karena sebanyak apapun tempat tidur yang disediakan rumah sakit, sepanjang prilaku masyarakat terhadap upaya pencegahan COVID-19 tidak berubah, maka akan sia-sia juga. Upaya kita sudah sangat banyak dilakukan oleh berbagai pihak yang peduli dengan kondisi ini. Upaya itu sudah luar biasa. Tetapi hasil akhirnya atau dampaknya belum maksimal,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, sambung dia, siap-siap saja menghadapi dampak buruknya. “Seleksi alam akan terjadi. Siapa yang imun tubuhnya kuat akan selamat. Kalau tidak, ya akan meninggal karena corona,” ucapnya.