Masyarakat Sintang jangan takut teror

17

Sintang – Anggota DPRD Sintang Tuah Mangasih mengajak masyarakat untuk tidak takut dengan teror yang dilakukan para teroris.
   Dia menyatakan keprihatinannya terhadap teror yang terjadi dan menegaskan tidak ada ajaran agama manapun yang menginginkan seperti ini.
    “Teror ini adalah tindakan oknum. Jadi tidak boleh saling menyudutkan, apalagi membawa nama agama,” katanya.
    Tuah meminta masyarakat untuk tidak gampang menanggapi situasi yang terjadi saat ini sebab bisa memperkeruh suasana.
    Dia mencontohkan, adanya orang-orang yang menanggapi aksi teror ini hanyalah pengalihan isu saja.
    “Anggapan ini tidak benar, dan saya rasa anggapan seperti itu sangat tidak empati,” ucap Tuah.
    Dia mengimbau semua pihak untuk hati-hati dalam menanggapi situasi saat ini, terutama tidak berpendapat sembarangan di media sosial, karena dapat membuat situasi semakin tidak kondusif. “Kita juga tidak boleh mudah percaya dengan isu-isu yang beredar. Mari bersama-sama merapatkan barisan untuk menjaga negeri ini agar tetap damai,” ajak dia.
    Tuah juga mengingatkan, kemajemukan masyarakat Indonesia ini tidak bisa dipungkiri. Kemajemukan ini harus dijaga sebab perbedaan yang ada itu Tuhan yang menciptakan, agar umat manusia bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya.
    “Dengan adanya perbedaan kita bisa saling melengkapi. Ibarat pelangi yang tidak akan indah, jika hanya satu warna,” katanya.
    Bupati SintangJarot Winarno mengajak masyarakat untuk tidak takut dengan teror yang dilakukan oleh para teroris. “Teror adalah biadab, tidak berperikemanusian dan tidak ada satupun agama yang mengajarkannya. Indonesia tidak boleh kalah dengan teroris,” pesan Jarot saat membuka rapat koordinasi dan deklarasi Pilkada damai di Sintang, Senin.
    Dia meminta masyarakat Kabupaten Sintang untuk tetap waspada, tapi tidak perlu takut. Masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga persatuan. Apalagi 43 hari lagi, Kalbar akan melaksanakan pilkada gubernur.
    “Kita ingin bersama-sama menyatukan tekad melawan segala bentuk teror di Indonesia. Itulah agenda utama kita berkumpul di sini,” katanya.
    Jarot mengajak para hadirin untuk bersama-sama melakukan deklarasi komitmen menjaga pilkada serentak agar berlangsung aman dan damai. “Deklarasi ini sekaligus pernyataan melawan kejahatan terorisme bahwa Sintang tidak takut teror, Sintang untuk kita semua,” katanya.
    Bupati Sintang ini meminta masyarakat untuk bersama sama menjaga kondisi Kabupaten Sintang yang kondusif dan damai. “Mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama terhadap gerakan teror, dan tetap menjaga kesatuan serta kerukunan antar umat beragama,” ucapnya.
    Jarot Winarno mengajak masyarakat Sintang untuk bersama-sama mengutuk keras kejadian teror di tiga gereja di Surabaya. “Teror adalah biadab, tidak berperi kemanusiaan dan tidak ada satupun agama yang mengajarkannya,” katanya.
    Dia menegaskan, Indonesia tidak boleh kalah oleh teror. “Kita percaya bahwa aparat penegak hukum akan mampu mengusut tuntas teror ini,” katanya.
    Sementara Kepala Kantor kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Budi Harto mengatakan, rapat koordinasi dan deklarasi pilkada damai di Kabupaten Sintang dengan tema etika dan budaya politik santun, bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak. 
    Acara ini dihadiri oleh Bawaslu, Dukcapil, Jajaran TNI/Polri, Kementerian Agama, Pengurus Partai Politik, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa.

Komentar