Perbanyak Program Bedah Rumah dan Listrik Masuk Desa

12

Pewarta : Tantra Nur Andi

Sintang, Kalbar – Anggota DPRD Sintang, Kusnadi meminta Pemkab Sintang bisa lebih banyak mengajukan lagi program bedah rumah tidak layak huni untuk masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, program bedah rumah tidak layak huni sangat membantu masyarakat miskin untuk memperbaiki rumahnya agar lebih layak huni.

“Program bedah rumah tidak layak huni sangat baik sekali untuk membantu warga yang tidak mampu, sekaligus mencegah tumbuhnya permukiman permukiman kumuh,” kata dia.

Selain program bedah rumah tidak layak huni, Kusnadi berharap Pemkab Sintang bisa memfasilitasi desa desa yang belum dialiri listrik agar menjadi desa terang. “Malu rasanya sudah 74 tahun merdeka masih ada desa yang gelap gulita,” ujarnya.

Sementara di tahun ini, Desa Sungai Labi yang selama ini gelap gulita akhirnya teraliri jaringan listrik. Tak hanya itu, Desa Sungai Labi juga mendapatkan jatah bantuan program Rumah Tidak Layak Huni atau rumah yang tidak layak dihuni kemudian direnovasi menjadi lebih layak huni.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, kini masyarakat sudah bisa menikmati apa itu kemerdekaan. Tapi masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Sekarang kita sudah merasakan setengah kemerdekaan, karena listrik sudah masuk ke desa. Tapi belum merasakan kemerdekaan sepenuhnya, karena jalan menuju Desa Sungai Labi masih belum memadai, dan menjadi PR Pemerintah saat ini,” kata Jarot.

Dikatakan Jarot, dengan adanya jaringan listrik masuk desa, maka biaya hidup lebih hemat, dibandingkan kalau belum ada listrik. Sebab, kalau belum ada listrik, masyarakat perlu bahan bakar untuk mengisi mesin-mesin pembangkit listrik, seperti genset, dompeng.

Masih kata Bupati Sintang, untuk program Rumah Tidak Layak Huni atau Bedah rumah akan membuat desa menjadi naik levelnya. “Meski baru 30 rumah yang sudah direnovasi atau dibedah, tetap harus bersyukur, semoga setiap tahunnya program renovasi rumah ini semakin bertambah, sehingga dapat meningkatkan level yang dulunya desa sangat tertinggal menjadi desa tertinggal, dan nantinya akan bergerak maju menjadi desa berkembang dan bahkan bisa menjadi desa maju”, ucapnya.

Untuk menjadikan sebuah desa yang maju, desa harus memiliki produk unggulan desa, terserah apa saja, padi, karet, cabai, ternak ayam boleh. Kedua, dirikanlah Badan Usaha Milik Desa, ketiga membuat embung, dan keempat membuat sarana olahraga desa. “Kalau sudah keempatnya dilaksanakan maka Desa Sungai Labi bisa menjadi desa berkembang bahkan menjadi desa maju,” tambahnya.

Kusnadi, Anggota DPRD Sintang

Komentar