Pjs Bupati Sintang Ingin BKMT Berperan dalam Pembangunan

60

Sintang, Kalbar – Pjs Bupati Sintang, Florensius Anum mengatakan, Majelis Taklim merupakan bagian dari lingkungan sosial yang memiliki kedudukan strategis, berperan sebagai wahana pendidikan yang berusaha menanamkan akhlak mulia, meningkatkan ketakwaan, pengetahuan dan kecakapan yang diabdikan. Sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umat, untuk mencari keridhaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Hal ini tentunya sejalan dengan kebijakan pemerintah, yaitu sasaran peningkatan kualitas kehidupan beragama, adalah terciptanya kehidupan masyarakat beragama yang damai dan toleran. Kemudian terbangunnya kehidupan masyarakat lebih bermoral dan beradab, dengan menjadikan nilai ajaran agama sebagai landasan berpikir dan berprilaku,” tutur Anum.

Melihat kiprah organisasi BKMT selama ini, jelas Anum, memang sudah cukup banyak kontribusi konstruktif yang diberikan untuk bangsa dan negara. Dalam berbagai sumber, lanjutnya, paling tidak terdapat tiga peran penting BKMT, yaitu, pertama, sebagai tempat belajar. Dalam konteks ini, maka tujuan majelis taklim adalah menambah ilmu dan keyakinan agama yang akan mendorong pengalaman ajaran agama. Kedua, sebagai kontak sosial. Dalam konteks ini, maka tujuannya adalah silaturahmi, merajut kebersamaan, semangat gotong royong dan persaudaraan. Ketiga, mewujudkan minat sosial. Dalam konteks ini, maka tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan jamaahnya.

“Khusus di Kabupaten Sintang dan Provinsi Kalimantan Barat, keberadaan BKMT telah memainkan peran yang sangat penting dan strategis dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan,” bebernya.

Ia melihat apa yang hendak dicapai oleh Badan Kontak Majelis Taklim dengan apa yang diingin oleh pemerintah sejalan dan saling melengkapi satu dengan lainnya. Kerja sama konstruktif antara pemerintah dengan badan kontak majelis taklim memang sangat diharapkan,” tambah Anum.

Kerjasama tersebut, kata Anum, tentunya melalui berbagai kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan, seperti ceramah keagamaan, kegiatan sosial, maupun perlombaan-perlombaan bernuansa islami.
“Saya berharap pada panitia dan seluruh peserta untuk betul – betul menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama berlangsungnya kegiatan. Terus lakukan koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan. “Mudah – mudahan kita semua tetap sehat dan terhindar dari wabah covid-19 yang sampai saat ini masih terjadi di sekitar kita,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Maspah mengatakan, kegiatan Dakwah Wisata BKMT Lintas Borneo dilaksanakan selama tiga hari, yakni sampai Minggu 22 Desember 2020, dengan tujuan untuk memperkokoh silaturrahim seluruh pengurus dan jamaah BKMT se-Kalimantan. “Kegiatan – kegiatan yang akan dilaksanakan seperti seminar, lomba tausiyah/pidato, lomba hafalan dzikir pagi dan petang, lomba hafalan surah Al Fath, lomba rancangan baju muslimah motif daerah dan fashion show, lomba qasidah, korps mars BKMT,” ujar Maspah.

Untuk peserta, dijelaskan Maspah, ada yang hadir langsung ke Sintang seperti dari Kapuas Hulu 16 peserta, Sintang selaku tuan rumah 50 peserta, Kubu Raya 10 peserta, Sekadau 16 peserta, Ketapang 19 peserta, Melawi 12 peserta, pengurus BKMT Provinsi Kalbar 12 peserta. “Sedangkan yang mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual yakni Kayong Utara, Mempawah, Sambas, Landak, Bengkayang, Sanggau, Pontianak, Singkawang, BKMT Kalsel, BKMT Kaltim, BKMT Kalut, BKMT Kalteng,” terang Maspah.