Posko Sepulut Berhasil Jaring 169 Orang Positif Covid

11

Sintang, Kalbar – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang, Bernhard Saragih mengatakan, sejak 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 pihaknya sudah melakukan penyekatan di batas Kabupaten Sintang dengan Kabupaten Sekadau. Tujuannya melarang orang untuk mudik. “Setelah itu ada perintah untuk perpanjangan operasional posko covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk dari 18 hingga 24 Mei 2021 yang kita sebut posko pengetatan arus balik. Namun, karena setiap shift jaga, ditemukan jumlah orang yang terpapar covid-19 masih tinggi, maka kemudian diperpanjang hingga 31 Mei 2021,” terang Bernhard Saragih.

Dia mengatakan, hasil evaluasi pihaknya, terjadi penurunan jumlah yang terkonfirmasi positif covid-19 di beberapa hari terakhir. Meskipun satu orang saja yang terinfeksi covid-19 bisa menularkan ke banyak orang jika tidak diawasi. “Sesuai Surat Tugas Bupati Sintang selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang bahwa tanggal 31 Mei 2021 merupakan hari terakhir operasional Posko Covid-19 Kabupaten Sintang, di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk ini. Namun kita akan mengaktifkan posko jaga di semua desa,” katanya. Pemberlakukan PPKM Mikro di tingkat desa di seluruh Indonesia sudah diberlakukan mulai 1 Juni 2021 oleh pemerintah pusat.

“Posko kabupaten di Sepulut kita tutup. Namun kita akan melakukan sosialisasi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sintang,” katanya. Ia mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan panitia Pilkades serentak yang sudah berkeliling ke semua kecamatan. “Sambil mensosialisasikan pilkades serentak, tim juga membawa satgas untuk menyampaikan informasi pencegahan penyebaran covid-19,” terang Bernhard Saragih. Dia mengatakan, selama 26 hari beroperasi, Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk hingga Senin (31/5) pukul 18. 00 WIB, petugas piket yang terdiri dari Petugas berasal dari anggota Polres Sintang, POM Angkatan Darat, Kodim 1205 Sintang, Koramil Sepauk, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja dan pemerintah Desa Sepulut berhasil menghentikan dan memeriksa 3.961 unit kendaraan roda dua dan roda empat, melakukan tes swab antigen terhadap 6.653 orang dengan hasil 6.484 orang negatif dan 169 positif terinfeksi covid-19.

Diantara 169 orang yang positif, sebanyak 141 orang merupakan warga Kabupaten Sintang dan sudah dikarantina di rumah susun RSUD AM Djoen Sintang, ada juga yang dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat petugas medis dan 28 orang dikembalikan ke daerah asal sesuai KTP yang ditunjukan saat diperiksa oleh petugas seperti daerah Sekadau, Sanggau, Pontianak, Singkawang, Sambas, Kubu Raya dan Landak. “Kami sudah komunikasi dengan satgas di daerah bersangkutan,” tambah Bernhard Saragih.

Wakil Bupati Sintang Sudiyanto menutup operasional Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk pada Senin (31/5). Hadir dalam penutupan operasional Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk, Kadis Perhubungan Florensius Kaha, Kepala BPBD Bernhard Saragih, Dandenpom XII-1 Sintang, Mayor CPM Randy Pradono Sugito, Kapolsek Sepauk, Danramil Sepauk, perwakilan Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Desa Sepulut dan Pemerintah Kecamatan Sepauk.

Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto yang juga Wakil Ketua I Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang menyampaikan, hingga hari terakhir operasional Posko Covid-19 Kabupaten Sintang di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk, semua petugas dalam keadaan sehat walafiat. Selama bertugas kondisi posko dalam kondisi aman dan kondusif. “Suksesnya operasional di Posko Sepulut berkat kerjasama yang baik dari semua pihak seperti TNI, Polri, dan jajaran Pemkab Sintang,” katanya. Semua punya peranan, lanjut dia, pihaknya sangat berterima kasih atas kerja keras semua petugas. “Saya mendengar petugas medis juga melaksanakan tugas secara bergilir. Ini pengalaman kita ke depan, jika terjadi kasus seperti ini, maka kekompakan menjadi modal,” terang Sudiyanto.

Selama bertugas di Posko Sepulut, lanjut Sudiyanto, para petugas pasti mendapatkan pengalaman. Seperti adanya masyarakat yang marah, ada yang ngomel dan ada yang patuh. “Inilah konsekuensi kita sebagai pelayan masyarakat. kita memang ingin semua masyarakat patuh, tapi di lapangan tentu ada saja yang tidak patuh. Saya mau mengingatkan agar kita semua satu bahasa dalam menyampaikan informasi soal covid-19 kepada masyarakat. Tidak ada statement yang saling bertentangan satu dengan yang lain,” katanya.

Alur narasinya harus sama dari pusat sampai daerah.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan ambil bagian dalam menangani covid-19 di Kabupaten Sintang, yang sudah terlibat di posko. Tentu saja ada suka dan dukanya, namun ini amanah yang harus kita jalankan. Kita diberikan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat dan menyelamatkan nyawa manusia,” katanya.