Rumpak Apresiasi Mahasiswa Sosialisasikan Sadar Gizi

Sintang, Kalbar – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat (HMJ Kesmas) Universitas Muhammadiyah Pontianak Kelas Sintang kembali mencuri perhatian publik. Melalui program unggulan bertajuk “Sadar Gizi untuk Masyarakat Bantaran Sungai dan Perbatasan”, tim mahasiswa ini berhasil lolos seleksi dan menjadi wakil Kabupaten Sintang pada ajang Abdidaya Ormawa Nasional 2025, sebuah penghargaan prestisius tingkat nasional bagi program pengabdian masyarakat terbaik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kabar membanggakan ini disampaikan Wakil Ketua PPK Ormawa HMJ Kesmas, Chintya Salsabila Putri, pada Kamis, 20 November 2025. Ia menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan di Desa Tebing Raya, salah satu kawasan bantaran sungai yang menjadi lokasi prioritas peningkatan layanan kesehatan dasar dan penguatan posyandu.

Capaian mahasiswa ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Rumpak. Ia menilai bahwa apa yang dilakukan mahasiswa HMJ Kesmas bukan hanya sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan langkah nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait pemenuhan gizi dan kesehatan anak.

“Saya mengapresiasi mahasiswa yang turun langsung ke masyarakat, apalagi fokusnya adalah gizi dan pencegahan stunting. Ini pekerjaan mulia. Mereka telah membantu pemerintah menggerakkan kesadaran baru tentang pentingnya gizi sejak dini,” ujar Rumpak.

Menurutnya, program seperti ini sangat relevan mengingat sebagian wilayah Sintang, terutama bantaran sungai dan perbatasan, masih menghadapi persoalan akses layanan kesehatan dan rendahnya pemahaman masyarakat tentang pola makan sehat. Rumpak menekankan bahwa masa depan Sintang sangat dipengaruhi oleh kualitas generasi muda sejak usia dini.

“Saya mengajak seluruh orang tua di Sintang untuk benar-benar memperhatikan gizi anak. Jangan sampai ada lagi anak yang mengalami kekurangan gizi atau stunting. Masa depan keluarga dan bangsa dimulai dari piring makan anak kita sendiri,” tegasnya.

Mahasiswa HMJ Kesmas Sintang telah melaksanakan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan posyandu terintegrasi layanan primer. Tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan rutin, posyandu di desa tersebut diposisikan sebagai pusat edukasi gizi, ruang konsultasi kesehatan, serta pusat pemberdayaan keluarga dalam peningkatan kualitas hidup.

“Kami menaruh perhatian besar pada pencegahan dan penurunan stunting. Caranya melalui penguatan kader posyandu, edukasi gizi keluarga, pemanfaatan pekarangan rumah untuk kebun gizi, hingga peningkatan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat perbatasan dan bantaran sungai,” ujar Chintya.

Melalui pendekatan intervensi berbasis keluarga, mahasiswa membangun kesadaran bahwa pemenuhan gizi bukan hanya urusan pemerintah atau tenaga kesehatan saja, melainkan dimulai dari pengetahuan dan perilaku keluarga itu sendiri. Program kebun gizi yang dikembangkan mahasiswa menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian, sebab mampu mengajak warga memanfaatkan pekarangan sempit untuk menanam sayur, tanaman obat, dan bahan pangan bernutrisi.

Berkat rangkaian program yang berdampak dan keterlibatan aktif masyarakat, tim mahasiswa HMJ Kesmas Sintang lolos seleksi nasional dan akan tampil di Abdidaya 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang pada 4–7 Desember 2025.

“Ini pencapaian besar bagi kami. Tim Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak Kelas Sintang akan mewakili Kabupaten Sintang di level nasional. Kami akan menampilkan praktik baik program desa sadar gizi yang telah dilakukan di Desa Tebing Raya,” jelas Chintya dengan penuh semangat.

Hal senada disampaikan Fara Nurhasah, Humas PPK Ormawa HMJ Kesmas. Ia menambahkan bahwa meski kompetisi diikuti oleh 67 universitas dari seluruh Indonesia, pihaknya tetap optimis memberikan yang terbaik.

“Kami mohon dukungan masyarakat Sintang. Semoga pengalaman dan praktik baik dari desa kita dapat menginspirasi daerah lain,” ucapnya.

Program Abdidaya Ormawa merupakan penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Abdidaya bermakna kemampuan untuk memberdayakan, dan program ini menjadi wadah apresiasi bagi mahasiswa, dosen pembina, perguruan tinggi, serta mitra desa yang telah berhasil menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Harapannya, Abdidaya mampu mendorong gerakan kolaboratif mahasiswa untuk terus hadir di desa-desa dan memperkuat pembangunan dari level akar rumput.

Program Sadar Gizi yang dijalankan mahasiswa ini tidak hanya membawa nama baik Sintang ke tingkat nasional, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi Desa Tebing Raya. Banyak keluarga mulai menerapkan pola makan sehat, memanfaatkan kebun gizi, serta rutin membawa anak ke posyandu.

Inisiatif mahasiswa ini juga menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak harus menunggu anggaran besar. Dengan kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan, perubahan dapat dimulai dari langkah kecil, dari rumah ke rumah, dari keluarga ke keluarga.

Semangat anak-anak muda Sintang yang membawa perubahan ini patut mendapat dukungan penuh. Dengan keterlibatan semua pihak pemerintah, masyarakat, institusi pendidikan, dan organisasi mahasiswa Sintang dapat semakin cepat mencapai target menurunkan stunting dan mewujudkan masyarakat yang sehat serta sadar gizi.

SebelumnyaGenerasi Muda Harus Mencintai Budaya
SelanjutnyaDewan Sintang Desak Pemkab Prioritaskan Program Cetak Sawah