Sekda Sintang Terus Dorong Satu Data di Kabupaten Sintang

17

Sintang, Kalbar – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah memimpin jalannya rapat Sinkronisasi Penyampaian Data oleh Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Selasa (12/7).

Dalam rapat tersebut membahas penyediaan satu data tentang kebutuhan, stok dan harga sembilan bahan pokok di Kabupaten Sintang oleh pemerintah kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang terkait langsung penyediaan data seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kepala Perum Bulog Sintang Sabarani, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan pemerintah 14 Kecamatan.

Sekda Sintang, Yosepha Hasnah mengingatkan peserta rapat untuk menyediakan satu data soal berapa kebutuhan masyarakat Kabupaten Sintang akan komoditas sembako, berapa stok yang ada di pasar dan berapa harganya.

“Satu data ini penting untuk saya ingatkan supaya para pengguna data tidak ragu dalam memanfaatkan data yang kita berikan dan memudahkan kita untuk mengambil kebijkan. Tidak baik kalau data terhadap satu objek, berbeda antar OPD. Datanya harus sama,” ucap dia.

Menurutnya, perbedaan data juga bisa memicu hal yang tidak baik dan menunjukan OPD tidak kompak. “Saya sudah mendengarkan keluhan soal tidak satu data ini. Sudah ada yang komplain dengan saya. Ada yang bertanya dengan saya, mengapa terhadap satu objek, datanya berbeda-beda antar OPD penyedia data. Ada juga keluhan, ada yang meminta data dan informasi, tetapi yang memerlukan data tersebut lama bahkan gagal mendapatkan data dan informasi yang mereka perlukan. Padahal itu hanya soal data sembako,” ungkap dia.

Ia meminta, seminggu sekali diadakan rapat khusus membahas data yang ada di semua OPD sebelum data itu  dipublikasikan ke publik. Dan datanya sama untuk satu objek. Saya minta semua kecamatan untuk rutin menyampaikan data kepada OPD yang terkait untuk dilakukan rekap dan analisa. “Saya mengingatkan soal batasan-batasan tugas pokok dan fungsi antar OPD. Harusnya ada perbedaan tupoksi, supaya data juga tidak satu objek yang sama,” pintanya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Lili Suryani menjelaskan bahwa pihaknya seringkali diminta oleh banyak pihak soal data dan informasi soal sembako.

“Antar OPD penyedia data, umumnya menyiapkan dan menyerahkan data. Masalahnya datanya berbeda sehingga penerima data dan informasi complain karena menemukan pada satu objek saja antar OPD beda data. Maka kami minta agar penyampaian informasi dan data agar tertibkan dan harus satu pintu saja. Dan antar OPD agar saling berkoordinasi, dan bertukar informasi dan data sehingga kita memiliki satu data,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Disperindagkop dan UKM, Sri Rosmawati menyampaikan bahwa pihaknya rutin seminggu sekali mengupdate data yang dihimpun oleh tim di lapangan dan dari kecamatan lalu di input di aplikasi sibeji yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang.

“Kalau informasi stok dan harga sembako. Silakan masyarakat untuk membuka aplikasi sibeji. Kami sudah siapkan staf yang bertugas mengupdate data seminggu sekali melalui aplikasi sibeji selain juga kami kirim melalui aplikasi yang sudah disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kementerian Perdagangan,” terangnya.

Camat Binjai Hulu, Jhoni menjelaskan bahwa selama ini pihaknya sudah rutin mengirim data dan informasi kepada Bagian Ekbang, Disperindagkop dan UKM serta Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Sintang.

“Kapolsek dan Danramil Binjai Hulu juga rutin meminta data dari kami. Soal harga sembako di Binjai Hulu, relatif sama dengan Kota Sintang karena jarak yang sangat dekat,” pungkas dia.