Sintang siapkan data indikator Sustainable Development Goals

16

Sintang – Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kartiyus mengatakan, pemda sedang menyiapkan data dan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai turunan aplikatif dari RAD SDGs milik Provinsi Kalimantan Barat.
    “Dari sejumlah data yang sudah kita miliki, ada tiga bidang sasaran yang ingin segera kita capai di Sintang, yakni pendidikan, kesehatan dan kemiskinan,” kata Kartiyus.
    Dikatakan dia, strategi di bidang pendidikan, mengacu pada pembangunan pendidikan formal dan informasi di masyarakat.
    Pada bidang kesehatan, dilakukan upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan mengendalikan laju pertumbuhan pendudukan. “Sedangkan pada persoalan kemiskinan, dilakukan strategi peningkatan kualitas dan kuantitas barang publik, serta orientasi pada pertumbuhan ekonomi,” kata dia.
    Bupati Sintang Jarot Winarno, Sustainable Development Goals (SDGs) ini memiliki tiga sifat. Pertama universal, berlaku sama bagi semua anggotanya meskipun itu negara maju atau negara berkembang. Sifat kedua, kegiatannya terintegrasi, berhubungan satu dengan lainnya. Sedangkan sifatnya yang terakhir, yakni no one left behind, inklusif, dan semuanya harus dibantu.
    “Sintang itu punya visi mau mewujudkan masyarakatnya jadi cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera. Visi tersebut cukup sejalan dengan program pembangunan berkelanjutan atau SDGs ini,” ujar Jarot. 
Dikatakan dia, visi tersebut tertuang pula dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Sintang tahun 2016-2021.
    Menurut Jarot, selama 3 tahun terakhir ini, Sintang sudah melakukan inisiasi dalam membuat rencana aksi daerah berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan. 
    Salah satunya, mitigasi kawasan ekosistem esensial yang ada di Kabupaten Sintang. Kegiatan ini dalam prosesnya juga melibatkan NGO yang ada di Sintang.
    “Kita memang perlu belajar lebih banyak lagi untuk mendalami proses dari pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs ini,” kata Jarot.
    Anselmus, Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya Bappeda Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan, rencana aksi daerah (RAD) Provinsi Kalbar sebagai turunan dari Peraturan Presiden nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
    “Di tahun 2018 ini, kita akan susun RAD SDGs Provinsi Kalimantan Barat, yang kemudian disempurnakan pada bulan Juli lalu,” ungkapnya. 
    Dikatakan dia, RAD itu akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Desember, lalu dimonitoring dan evaluasi pada bulan Januari atau Februari 2019 nanti.
    “Beberapa waktu lalu, kita sudah melakukan penandatangan komitmen bersama kepala daerah dan perwakilan akademisi, ada juga dari organisasi kemasyarakatan dan filantropi, mengenai RAD yang tujuannya pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat,” tutupnya.

Komentar