Wabup Sintang: Tak Hanya Diskusi, Cegah Konflik Perlu Aksi Nyata

15

Sintang, Kalbar – Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengatakan bahwa untuk mencegah terjadi konflik yang terjadi di masyarakat sangat diperlukan aksi nyata. Tak hanya lewat diskusi saja, tapi harus turun ke lapangan.

“Mari kita sama-sama turun ke lapangan untuk berbuat dan memberi tindakan nyata. Jangan hanya kita bahas dalam diskusi saja. Karena tidak akan dapat menyelesaikan persoalan yang ada,” kata Sudiyanto.

Hal itu disampaikannya ketika menghadiri sekaligus membuka Diskusi ”Temu Konsultasi” tentang Penanganan Konflik Keagamaan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Sintang, Rabu 24 Maret 2021.

Ia mengatakan, dalam mencegah konflik kita tidak bisa membiarkan sesuatu yang sudah dilihat tanpa mengambil langkah langkah kongrit, serta mencari solusi dari akar permasalahannya.

“Dengan pertemuan hari ini diharapkan akan menyelesaikan persoalan yang ada dan terjadi di lingkungan kita. Persoalan seperti ini tidak bisa kita biarkan berlarut larut,” tegasnya.

Dikatakan Sudiyanto, untuk menjaga suasana kondusif di Kabupaten Sintang sagat diperlukan peranan banyak pihak. “Kita semua harus ambil bagian di dalamnya. Sehingga kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan bisa kita atasi bersama. Terutama dalam ruang lingkup keagamaan,” katanya.

Wakil Bupati yang akrab disapa Pak Udit ini menilai, hal-hal yang menyangkut soal agama sangat mudah diseret dalam konflik, sehingga mudah untuk dibesar besarkan. Masalah agama juga sangat sensitif jika ada yang menyinggung.

“Maka untuk itu perlu kita duduk bersama dan melhiat persoalannya seobjektif mungkin. Lalu carilah solusi yang terbaik bagi kita semua. Persoalan seperti ini harus kita tegaskan. Kalau memang tidak boleh dan dilarang dalam akidah agama, harus kita larang. Jangan ada kesan pembiaran sehingga tidak ada solusi dan langkah kongkrit untuk menyelesaikannya,” tegas Sudiyanto.