Pemprov Kalbar Ingin Masyarakat Sintang Jaga Persatuan

36

Sintang, Kalbar – Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk menjaga persatuan. Pesan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturahmi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dan masyarakat Kabupaten Sintang, yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang, pada Kamis, (2/9).

Kunjungan kerja perwakilan Pemprov Kalbar ke Kabupaten Sintang sebagai upaya menciptakan situasi yang kondusif, aman, tentram dan damai. Pemprov Kalbar mengajak masyarakat merawat kerukunan umat beragama, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di Kabupaten Sintang.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes, menjelaskan kondisi yang terjadi di Kabupaten Sintang beberapa hari terakhir itu merupakan masalah sosial kemasyarakatan, terutama masalah keagamaan. “Tentu untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita harus merujuk pada aturan-aturan kenegaraan kita. Negara ini punya Pancasila, pada sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, terkandung makna yang jelas mengatur tentang kerukunan umat beragama,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, di dalam Pasal 29 UUD 1945 mengatakan, bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya. Tapi untuk menterjemahkan aturan yang besar harus diterjemahkan ke dalam aturan teknis, salah satunya aturan yang berhubungan dengan agama. “Apa yang kemudian dikategorikan menodai agama seperti apa, sehingga kita melaksanakan kemerdekaan menjalankan ibadah menurut agama masing-masing,” kata Hary.

Ia menyampaikan pesan Gubernur Kalbar untuk tetap menciptakan situasi yang kondusif dengan bersama – sama mempersatukan seluruh elemen bangsa yang ada di Sintang agar pembangunan daerah tidak terhambat. “Semua peran harus kita kuatkan, jangan hanya mengandalkan kekuatan Pemda dan Pemprov. Segala upaya bisa kita lakukan, baik dari kelompok masyarakat, darimana saja. Bagaimana kita bisa melakukan pembangunan, kalau situasi tidak tertib, situasi tidak aman,” tegasnya.

Hary mengajak masyarakat agar hidup berdampingan secara harmonis, saling menghormati dan menghargai agar tercapainya kemajuan pembangunan di Kalimantan Barat.
Hary menegaskan, segala sesuatu yang terjadi selesaikanlah secara musyawarah. “Kita punya sila ke-empat dalam Pancasila, segala sesuatu bisa diselesaikan dengan musyawarah. Tentunya musyawarah didasari atas saling menghormati, saling menghargai dan semua sudah diatur oleh negara, diatur oleh perundang-undangan,” katanya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Sy. Yasser Arafat, menyampaikan kegiatan silaturahmi ini merupakan tindak lanjut perintah dari Gubernur Kalimantan Barat sebagai wadah diskusi. “Kegiatan ini adalah forum untuk kita bersilaturahmi, melakukan diskusi, tukar pikiran terkait berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di Kabupaten Sintang,” kata Yasser.

Lanjut Yasser, dengan adanya silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Pemerintah Kabupaten Sintang bersama masyarakat Sintang, diharapkan bisa mendapatkan solusi yang terbaik. “Kita ingin ajang silaturahmi ini bisa membantu kita Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mencarikan solusi, jalan terbaik, terkait persoalan Ahmadiyah. Kondisi situasi yang aman, tertib dan damai yang kita inginkan di Kabupaten Sintang, apalagi kita akan melaksanakan perhelatan skala Provinsi di Kalbar yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX tingkat Provinsi Kalbar tahun 2021 pada November mendatang,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Syahrul Yadi menjelaskan, di dalam berbangsa dan bernegara pastinya ada persoalan, tapi semua tergantung bagaimana menanggapinya. “Dalam penyelenggaraan bernegara, pasti ada persoalan, baik itu ruang lingkup kecil, sedang hingga besar. Karena itu masalah harus dijadikan bagian daripada ujian buat kita, tinggal bagaimana kecerdasan kita untuk menyelesaikannya,” katanya.